Rabu, 27 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

ISO 22328-3, Standar Sistem Peringatan Dini Tsunami Berbasis Masyarakat

Kamis, 26 Desember 2024
A A
Sejumlah siswa sekolah melakukan simulasi tsunami. Foto Dok. BMKG.

Sejumlah siswa sekolah melakukan simulasi tsunami. Foto Dok. BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Indonesia merupakan negara peringkat kedua dari 193 negara di dunia yang paling berisiko terkena bencana, seperti gempa bumi dan tsunami. Demikian Laporan World Risk Report 2023 yang dirilis Bündnis Entwicklung Hilft dan IFHV of the Ruhr-University Bochum.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menjelaskan, kerawanan ini disebabkan Indonesia terletak di antara lempeng tektonik dunia, yaitu lempeng Pasifik, Indo-Australia, dan Eurasia yang mampu memicu gempa bumi dan tsunami.

Kejadian gempa bumi dan tsunami Aceh pada 2004 silam yang menelan korban jiwa hingga ratusan ribu jiwa menjadi pijakan bagaimana sistem peringatan dini harus dibangun.

Baca juga: Jelang Natal 2024, Banjir dan Longsor di Mandailing Natal, Situbondo dan Tarakan

Pasca tsunami Aceh 2004, pemerintah Indonesia membangun sistem peringatan dini tsunami yang diresmikan pada tahun 2008. Sejak saat itu juga berperan penting mengurangi risiko tsunami.

“Namun, beberapa kejadian tsunami seperti tsunami Palu 2018 mengungkap perlu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan kesiapsiagaan dan ketahanan masyarakat,” kata Dwikorita, Kamis, 26 Desember 2024.

Untuk mengatasi tantangan ini, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Standarisasi Nasional (BSN), Universitas Gajah Mada (UGM) dan pakar terkait telah mengusulkan satu standar, yaitu Guidelines for the implementation of a community-based early warning system for tsunamis, ISO 22328-3 yang sudah ditetapkan sebagai standar internasional.

Baca juga: Ini Prakiraan Cuaca Selama Libur Nataru hingga 5 Januari 2025 di Pulau Jawa

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa bumi dan tsunamiISO 22328-3Sistem peringatan dini tsunami

Editor

Next Post
Pakar tanaman obat tradisional, Prof. Nyoman Kertia. Foto Istimewa.

Nyoman Kertia, Tanaman Herbal Potensial Gantikan Obat-obatan Kimia

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media