Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Istana Garuda dari Tembaga, Tahan Korosi, Konduktor yang Baik

Disebut dari bilah tembaga untuk peneduh dari sinar matahari, menghindari efek rumah kaca. Dinding kaca dapat dibuka untuk sirkulasi udara, mengurangi penggunaan AC dan meningkatkan efisiensi energi.

Sabtu, 3 Agustus 2024
A A
Desain Istana Garuda di IKN. Foto Dok. Kemenparekraf.

Desain Istana Garuda di IKN. Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

Tembaga dipilih sebagai bahan utama karena mempertimbangkan sifatnya yang lentur, tahan korosi dan mudah dibentuk. Selain itu, tembaga pun tidak mudah ditumbuhi lumut atau jamur, sehingga menimalkan perawatan yang dapat menganggu kegiatan kenegaraan.

Tembaga pun dapat berfungsi sebagai konduktor yang baik, membentuk Sangkar Faraday untuk menangkal listrik dan petir serta mencegah kebakaran akibat listrik statis. Model tersebut telah diterapkan pada bangunan GWK di Bali dan berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Bencana Terorganisir di Halmahera, Habis Tambang Menggusur Hutan Terbitlah Banjir

“Kedua fungsi ini, estetis dan pragmatis, merupakan pencapaian dari konsep archsculpt yang saya ajukan. Saya telah lama bereksperimen menggabungkan fungsi estetis seni dengan pragmatisme bangunan. Istana Garuda tidak hanya berfungsi sebagai gedung pemerintahan tetapi juga sebagai simbol persatuan dan keindahan yang menyejukkan rakyat,” tutur dia.

Istana Garuda hadir sebagai bangunan ikonik yang menggabungkan nilai-nilai tradisional dan modern. Dengan desain yang indah dan makna yang mendalam, Istana Garuda diharapkan dapat menjadi simbol kebangkitan bangsa Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Sang Maestro Patung

I Nyoman Nuarta lahir pada 14 November 1951 di Tabanan, Bali. Ia merupakan putra keenam dari sembilan bersaudara dari pasangan Wirjamidjana dan Samudra. Jiwa seninya mulai tumbuh ketika diasuh oleh pamannya, Ketut Dharma Susila, yang merupakan guru seni rupa.

Baca Juga: 13 Geosite di Kebumen Diajukan KNIU Menjadi Geopark Global UNESCO

Usai lulus SMA, Nyoman Nuarta menempuh Pendidikan di ITB tahun 1972. Awalnya, ia memilih jurusan seni lukis. Namun setelah menjalani satu tahun perkuliahan, ia pindah ke jurusan seni patung. Seni ini dianggap lebih unik, karena dapat menghasilkan karya tiga dimensi serta proses pengerjaannya yang lebih menarik dan dinamis.

Pada tahun 1979, Nyoman Nuarta mulai memperlihatkan prestasinya saat memenangkan Lomba Patung Proklamator Republik Indonesia. Hingga kini, ia sudah menghasilkan lebih dari 100 karya seni patung. Hampir seluruh karyanya menggambarkan seni patung modern sampai gaya naturalistik.

Baca Juga: Sensor Sap Flow Deteksi Daya Hidup Pohon secara Remote dan Real Time

Maestro patung Indonesia ini telah menciptakan sejumlah karya monumental yang menjadi ikon bangsa. Salah satu karya awalnya adalah monumen Jalesveva Jayamahe di Surabaya. Monumen tersebut menggambarkan semangat juang TNI Angkatan Laut.

Lalu karyanya yang paling terkenal adalah patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. Pengimplementasian konsep culturepreneur dan pendekatan dalam bahasa bentuk realis-figuratif pada pengembangan GWK, merupakan salah satu bukti kontribusi nyata beliau pada bidang seni rupa. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: green designIKNIstana GarudaNyoman Nuarta

Editor

Next Post
Ilustrasi tenaga listrik tenaga angin dengan baling-baling. Foto meineresterampe/pixabay.com

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Tanpa Baling-baling, Mungkinkah?

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media