Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pembangkit Listrik Tenaga Angin Tanpa Baling-baling, Mungkinkah?

Penelitian diharapkan akan berlanjut hingga dapat diterapkan secara luas, sehingga membuka jalan bagi penerapan teknologi energi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Minggu, 4 Agustus 2024
A A
Ilustrasi tenaga listrik tenaga angin dengan baling-baling. Foto meineresterampe/pixabay.com

Ilustrasi tenaga listrik tenaga angin dengan baling-baling. Foto meineresterampe/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pembangkit listrik tenaga angin tanpa baling-baling mungkin belum populer. Namun teknologi ini menawarkan solusi yang lebih efisien dan ramah lingkungan dengan menghilangkan baling-baling pada turbin angin konvensional. Sekelompok mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah meneliti potensi pembangkit listrik tenaga angin tanpa baling-baling melalui pendekatan multidimensional dan penggunaan Internet of Things (IoT).

Tim peneliti terdiri dari Samsul Ma’arip dari Teknik Musin bersama empat peneliti lainnya yaitu Hasan Adi Nugraha (Geografi), Naufal Athiyya Hammam (Teknik Mesin), Nazwa Nurannisa P S (Vokasi), Riski Firnanda (Vokasi). Tim tersebut dipandu dosen pembimbing Muhammad Aulia Rahman.

Samsul Ma’arip menjelaskan riset ini dilakukan untuk melihat sejauh mana potensi penerapan teknologi tanpa baling-baling dapat diintegrasikan dengan teknologi Internet of Things (IoT). Dengan demikian teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.

Baca Juga: Istana Garuda dari Tembaga, Tahan Korosi, Konduktor yang Baik

Penelitian ini dimulai dari analisis potensi angin di berbagai lokasi di Indonesia yang memiliki kecepatan angin optimal. Aspek geografi sangat penting untuk menentukan lokasi terbaik yang mampu menghasilkan energi angin maksimal tanpa mengandalkan turbin baling-baling.

“Kami melakukan pengumpulan data angin dan menganalisis karakteristik geografis untuk memastikan lokasi yang dipilih memiliki potensi angin yang cukup untuk pembangkit listrik ini,” jelas Samsul dalam keterangan tertulis, Ahad, 4 Agustus 2024.

Pendekatan teknologi IoT digunakan untuk memonitor kondisi angin secara real-time dan mengatur sistem pembangkit secara otomatis. Tujuannya untuk memastikan pembangkit bekerja dengan efisiensi optimal dan meminimalkan risiko kerusakan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: dampak lingkunganInternet of Thingspembangkit listrik tenaga anginRamah lingkunganturbin baling-balingUniversitas Gadjah Mada

Editor

Next Post
Ilustrasi suasana langit malam hari. Foto Evgeni T/pixabay.com.

6 Agustus BRIN Ajak Masyarakat Matikan Lampu Satu Jam, Ini Alasannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media