Wanaloka.com – Makanan kaleng dikenal praktis dan memiliki daya simpan panjang. Namun keamanannya sangat bergantung pada kondisi kemasan. Kaleng yang penyok, berkarat, atau menggembung berpotensi mengalami kebocoran dan kontaminasi mikroba yang membahayakan kesehatan.
Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Eko Hari Purnomo menegaskan makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak dikonsumsi. Mengonsumsinya dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Sebab makanan kaleng adalah bahan pangan yang diawetkan dengan cara dimasukkan ke dalam wadah kaleng kedap udara. Kemudian melalui proses pemanasan atau sterilisasi, sehingga mikroba penyebab pembusukan mati.
Menurut Eko, ada dua faktor utama yang menentukan keamanan makanan kaleng, yakni proses pemanasan yang tepat dan integritas kemasan yang baik.
Baca juga: Akumulasi Penyebab Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Terjadi di Hulu Aliran Sungai
“Konsumen perlu memastikan kaleng dalam kondisi utuh sebelum membeli dan mengonsumsinya,” kata Eko dalam tayangan IPB Pedia di YouTube IPB TV.
Lebih lanjut, Eko memaparkan beberapa tanda fisik yang dapat dijadikan indikasi awal kerusakan makanan kaleng. Salah satunya kemasan yang menggembung.
“Itu mengindikasikan ada peluang bahwa mikroba tumbuh di dalam kaleng dan menghasilkan gas,” jelas dia.
Namun tidak semua pertumbuhan mikroba selalu menyebabkan kaleng gembung. Hanya saja, jika melihat ada kaleng yang gembung, maka lebih baik menghindari untuk mengonsumsi isinya.






Discussion about this post