Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Klaim Earphone Bluetooth Berbahaya Bagi Otak Belum Ada Bukti Ilmiah

Risiko kesehatan yang lebih realistis justru berkaitan dengan pola penggunaan.

Rabu, 25 Februari 2026
A A
Ilustrasi pengguna earphone bluetooth. Foto freepik.com.

Ilustrasi pengguna earphone bluetooth. Foto freepik.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Beredarnya anggapan bahwa earphone bluetooth berbahaya bagi otak akibat efek radiasi diluruskan Dosen Ilmu Biomedik Biologi Sel dan Molekuler Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Widya Eka Nugraha. Dari sudut pandang medis, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang konsisten menunjukkan penggunaan earphone bluetooth merusak otak manusia.

“Tidak semua radiasi berbahaya bagi tubuh manusia. Dampaknya bergantung pada jenis radiasi, besar paparan, durasi, serta jaraknya,” ucap Widya.

Bluetooth memancarkan gelombang radio atau radio frequency (RF) yang termasuk radiasi non-ionisasi. Radiasi ini berbeda dengan radiasi pengion seperti sinar X (X-ray) atau sinar gamma yang diketahui dapat merusak DNA pada dosis tertentu.

Pada paparan RF, mekanisme efek biologis yang terjadi adalah pemanasan jaringan (thermal effect). Ia mengklaim, sejauh ini alat bluetooth yang beredar di pasaran memenuhi standar keamanan dan tidak memberikan efek yang signifikan terhadap jaringan tubuh manusia.

Baca juga: Waspada Penularan Penyakit Campak

Mengutip tinjauan sistematis Karipidis, dkk (2024) mengenai paparan RF dan risiko kanker, termasuk tumor otak. Bahwa kesimpulan, penelitian tersebut adalah paparan dari penggunaan ponsel dimungkinkan tidak meningkatkan risiko kanker otak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 2010 juga menyatakan riset tidak menunjukkan bukti konsisten adanya dampak kesehatan merugikan dari paparan RF pada level di bawah batas aman.

Alih-alih radiasi, Widya menekankan risiko kesehatan yang lebih realistis justru berkaitan dengan pola penggunaan. Gangguan pendengaran akibat volume terlalu keras dan durasi terlalu lama sebagai risiko paling sering ditemui di layanan klinik.

Selain itu, terdapat risiko infeksi telinga luar apabila earphone dipakai lama dalam kondisi lembap, jarang dibersihkan, atau digunakan bergantian.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Earphone BluetoothFakultas Kedokteran dan Gizi IPB UniversityKanker Otak

Editor

Next Post
Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Walhi: Konsep Hak Pengelolaan dan Bank Tanah Merampas Hak Rakyat atas Tanah

Discussion about this post

TERKINI

  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media