Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi

Kusta bukan penyakit mistik atau kutukan, melainkan penyakit menular yang penyebabnya telah lama diketahui secara ilmiah dan dapat disembuhkan.

Kamis, 15 Januari 2026
A A
WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.

WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit kusta atau lepra disebabkan bakteri Mycobacterium leprae. Terjadinya kusta merupakan hasil interaksi berbagai faktor, yaitu pejamu (host), kuman (agent), dan lingkungan. Penularan terjadi melalui kontak yang erat dan berkepanjangan dengan seseorang yang terinfeksi kusta.

Gejala kusta dapat ditandai dengan munculnya bercak kulit merah atau putih yang tidak gatal, tampak mengkilap atau kering bersisik, kulit yang tidak berkeringat. Juga rontoknya alis mata, penebalan pada wajah dan telinga, serta lepuh atau luka tidak nyeri pada tangan atau kaki.

Gangguan pada saraf juga dapat terjadi, seperti nyeri pada saraf tepi, kesemutan, rasa tertusuk atau nyeri pada anggota gerak. Juga mengalami kelemahan otot atau kelopak mata, disabilitas atau deformitas tanpa riwayat kecelakaan, serta ulkus yang sulit sembuh.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir. Sebab pengobatan kusta telah tersedia dan terbukti efektif. Bahkan setelah pengobatan dimulai, risiko penularan dapat dihentikan dalam waktu singkat.

Baca juga: Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda

“Begitu pengobatan dimulai, dalam waktu kurang dari satu minggu pasien sudah tidak menularkan lagi,” jelas Budi dalam media briefing terkait kondisi kusta di Indonesia di Perpustakaan Wisma Habibie Ainun, Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.

Namun stigma dan disinformasi masih menjadi tantangan dalam upaya penanganan kusta. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat enggan memeriksakan diri sehingga penemuan kasus sering kali terlambat.

Budi mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala kusta. Ia menegaskan kusta bukan penyakit mistik atau kutukan, melainkan penyakit menular yang penyebabnya telah lama diketahui secara ilmiah dan dapat disembuhkan.

“Kusta bukan penyakit mistik atau kutukan. Ini penyakit yang disebabkan bakteri dan ilmu pengetahuannya sudah jelas sejak lebih dari satu abad lalu,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikinpenyakit kustaPenyakit MenularYohei Sasakawa

Editor

Next Post
Peta area tambang PT Agincourt, WKP Sibual Buali, PLTA Batang Toru. Foto JATAM.

KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media