Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kecocokan Vaksin Lama terhadap Varian Omicron XBB Hanya 35 Persen

Sabtu, 5 November 2022
A A
Ilustrasi paparan Covid-19 selama 2022. Foto geralt/pixabay.com

Ilustrasi paparan Covid-19 selama 2022. Foto geralt/pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Meskipun vaksin yang telah digelontorkan sebanyak 18 triliun dosis secara global, tetapi tren kasus terkonfirmasi positif Covid-19 cenderung meningkat di beberapa tempat. Per Oktober 2022, jumlah mencapai 626 juta lebih per Oktober 2022. Seiring kemunculan varian baru Omicron, yakni Omicron XBB yang disinyalir menambah carut marut penangannya.

“Varian baru ini menimbulkan kekhawatiran, karena gejalanya sulit dideteksi dan lebih membahayakan,” kata Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, dokter hewan Sri Murtini dalam EV-Cast Episode ke-20 bertema “Varian Baru Covid-19 (Omicron XBB), Apakah Makin Membahayakan?” yang digelar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, 3 November 2022.

Namun dari sebagian besar kasus yang dilaporkan, varian Omicron XBB tidak menimbulkan gejala klinis yang parah. Namun perkembangannya harus tetap diawasi karena virus akan selalu menyesuaikan diri dan bermutasi agar mampu bertahan hidup.

Baca Juga: Serba Serbi KTT G20, Berkah Rental Mobil Lokal di antara Kendaraan Listrik

Sri Murtini mengungkapkan, sebenarnya nama “XBB” bukanlah nama resmi. Virus ini merupakan virus SARS-COV 2 hasil rekombinan sub turunan Omicron BA.2.10.1 dan BA.2.75, serta evolusi dari strain varian yang muncul di berbagai dunia saat ini.

Asal varian Omicron XBB diduga dari Afrika, kemudian menjalar di berbagai negara. Gejala yang muncul pun bervariasi maupun tingkat keparahannya. Secara umum, gejalanya hampir sama dengan varian sebelumnya, yakni demam, batuk, mudah lelah, nyeri otot, dan sakit kepala.

Varian Omicron XBB sudah mulai masuk ke Indonesia. Secara resmi, dimulai dari laporan kasus terkonfirmasi positif di Nusa Tenggara Timur (NTT). Padahal pasien tersebut tidak melakukan dari perjalanan luar negeri.

Baca Juga: Awas Potensi Banjir di Aceh dan Sumut Hari Ini

“Artinya, varian ini memang sudah tersebar. Bahkan dikabarkan sudah menyebar di 26 negara, termasuk Indonesia,” kata Sri Murtini.

Peningkatan kasus Indonesia harian saat ini cukup tinggi hingga 4.000 kasus baru. Begitu pun di Singapura.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Covid-19dokter hewan Sri Murtinigejala klinisIPB Universityvaksinvarian Omicron XBB

Editor

Next Post
Banjir di Sumut melanda Kabupaten Labura. Hujan lebat menyebabkan banjir di Labura pada Rabu malam, 2 November 2022, dengan jumlah warga terdampak ratusan di dua kelurahan. Foto Dok BNPB.

Banjir di Sumut, Labura Status Darurat Ratusan Warga Terdampak

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media