Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelapa Mulai Langka dan Mahal di Indonesia

Untuk menarik minat petani menanam kelapa, perlu meningkatkan pendapatan petani, baik dari hasil kelapa maupun dari produk turunannya.

Minggu, 13 April 2025
A A
Pohon dan buah kelapa. Foto Ogutier/pixabay.com.

Pohon dan buah kelapa. Foto Ogutier/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Provinsi Sumatera Selatan mendapat perhatian terkait potensi komoditas unggulan daerah di sektor perkebunan, berupa karet, kopi, dan kelapa dalam. Menurut Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, komoditas karet masih mendominasi ekspor Sumatera Selatan. Komoditas kopi juga sudah mulai diekspor ke Tiongkok.

Sementara untuk komoditas kelapa dalam, meskipun masih bertahan cukup baik di Sumatera Selatan, namun perlu langkah konkret dalam pengembangan kebun kelapa untuk menjamin ketersediaan jangka panjang.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan, pemerintah harus segera menggalakkan kembali penanaman kelapa dalam agar Indonesia tidak bergantung pada impor kelapa, mengingat besarnya kebutuhan nasional terhadap produk turunan kelapa.

Baca juga: Kemarau 2025 Lebih Singkat, Kementerian dan Lembaga Harus Tetap Siapkan Mitigasi Risiko

“Kita harus antisipasi dari sekarang. Jangan sampai nanti kelapa langka, baru kita mulai digalakkan. Jangan sampai ketinggalan dan akhirnya tergantung negara lain untuk memenuhi kebutuhan kelapa,” kata Firman usai peninjauan lapangan kunjungan reses Komisi IV DPR RI ke Palembang, Sumatera Selatan, Rabu, 9 April 2025.

Ia menyoroti pentingnya menjaga keberlangsungan tanaman kelapa dalam yang dinilai strategis untuk ketahanan pangan nasional dan potensi ekspor.

Sementara itu, anggota Komisi IV dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty juga menyoroti tingginya minat pasar internasional terhadap berbagai komoditas perkebunan asal Indonesia, termasuk kopi, kelapa, hingga rempah-rempah seperti cengkeh dan pala.

Baca juga: Pesan Petani, Swasembada Pangan Terwujud dengan Kearifan Lokal dan Pertanian Organik

“Biasanya kopi diekspor ke negara-negara Eropa, Tiongkok, dan Amerika. Peminatnya tinggi, bahkan produk seperti ampas kelapa pun sudah dimanfaatkan dan dibuat produk baru di Cina,” kata Saadiyah.

Begitu pun cengkeh dan pala menjadi komoditas ekspor favorit di kawasan Eropa, Afrika, dan Amerika karena kualitas dan cita rasa khasnya yang disukai pasar global.

Melalui kunjungan itu, Komisi IV DPR mengklaim untuk berkomitmen terus mendorong kebijakan dan anggaran yang mendukung pengembangan sektor perkebunan rakyat. Upaya peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan ekspor komoditas lokal dinilai penting untuk memperkuat ekonomi daerah dan nasional.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis di Laut Timor Menguat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Kelapa mulai langka dan harga melonjak

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Departemen Agribisnis IPB Universitykelapa dalamkelapa sawitKomisi IV DPRminyak kelapa

Editor

Next Post
Kunjunga tim Fakultas Kehutanan IPB University ke Kyoto Uiveristy di Jepang. Foto Dok. IPB University.

Fahutan IPB University Kerja Sama dengan Kyoto University Atasi Masalah Gambut

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media