Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kelebihan Gula dan Garam Jadi Biang Penyakit, Ini Tips Mengontrolnya

Gula dan garam menjadi biang beragam penyakit apabila dikonsumsi secara berlebihan. Ahli gizi UNS punya tips untuk mengontrolnya.

Senin, 21 Februari 2022
A A
Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Ilustrasi gula. Foto pasja1000/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Punya segudang aktivitas selama work from home (WFH) acapkali menjadi alasan orang untuk mengabaikan pola makan yang sehat. Yang terpenting, asupan makanan terpenuhi dengan cukup bolak-balik memesan lewat pesan antar atau pun ojek online. Tak lagi memperhatikan kandungan gula dan garam yang tinggi dalam makanan dan minuman yang dipesan dari luar.

Sementara makanan dan minuman tinggi kadar gula dan garam mudah memicu berbagai macam penyakit. Seperti diabetes militus bagi atau penyakit gula yang kelebihan gula atau pun hipertensi atau tekanan darah tinggi bagi yang kelebihan garam. Padahal stamina tubuh mesti tetap fit selama masa pandemi. Lantas bagaimana mengontrolnya?

Baca Juga: Sejumlah Negara Mulai Berlakukan Transisi Endemi Covid-19, Indonesia Pilih Hati-hati

Ahli gizi Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Banun Ma’rifah Fatshidi memiliki tips jitu untuk mengontrol asupan makanan kita.

Pertama, ia menyarankan orang-orang untuk mematuhi anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 30 Taun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak serta Pesan Kesehatan pada Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

“Pedomannya adalah G4 G1 L5,” ujar Banun sebagaimana dilansir dari laman uns.ac.id, 15 Februari, 2022.

G4 G1 L5 yang dimaksud adalah anjuran konsumsi gula per orang per hari adalah sepuluh persen dari total energi atau setara 200 kkal.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: garamgulahipertensipenyakit gulatekanan darah tinggi

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman herbal. Foto sipa/pixabay.com.

Hati-hati, Mengonsumsi Tanaman Herbal Ada Caranya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media