Sedangkan bantuan peralatan diberikan kepada Lanal, Satradar, Kodim Kota 1304 dan Kodim 1315 Kabupaten Gorontalo berupa satu unit perahu karet dan mesin, lima unit genset, lima unit gergaji mesin, dan dua unit amcus.
Baca Juga: Catatan Kritis Walhi atas Pengalihan Utang untuk Konservasi Terumbu Karang
Suharyanto juga mengingatkan pemerintah daerah untuk memperhatikan kelengkapan dokumen administrasi guna percepatan pengajuan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ada 10 persyaratan administrasi proposal hibah rehabilitasi rekonstruksi (RR).
“Ada beberapa daerah yang prosesnya lancar karena dokumennya lengkap. Ada juga daerah yang tidak dapat karena syarat dokumen kurang. Pemerintah Gorontalo perlu mempersiapkan ini,” ujar Suharyanto.
Empat Kali Banjir
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, lebih dari 7.000 orang mengungsi imbas banjir di sebagian besar wilayah Kota Gorontalo sejak 10 Juli 2024. Air merendam Kota Gorontalo dengan ketinggian antara 30-150 sentimeter. Genangan air di beberapa wilayah berangsur surut pada 15 Juli 2024.
Baca Juga: PT NSP Disebut Mencicil Ganti Rugi Karhutla hingga 18 Desember 2024
“Banjir ini merupakan keempat kalinya selama bulan Juli 2024,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis tertanggal 15 Juli 2024.
Intensitas hujan yang tinggi pada 10-13 Juli 2024 disertai kondisi geografis wilayah Kota Gorontalo yang berupa cekungan menyebabkan banjir ini terparah di Gorontalo pada pertengahan tahun 2024.
Sebanyak 47 kelurahan di sembilan kecamatan se-Kota Gorontalo terdampak banjir. Meliputi Kecamatan Kota Barat, Kota Utara, Kota Selatan, Kota Tengah, Kota Timur, Dumbo Raya, Hulonthalangi, Dungingi, dan Sipatana. Jumlah rumah terendam banjir mencapai 4.686 unit.
Baca Juga: Nahkoda Kapal Asing Pencemar Laut Natuna Divonis 7 Tahun Penjara
Selain banjir, beberapa kelurahan juga turut terdampak tanah longsor. Meliputi Kelurahan Tenilo (Kecamatan Kota Barat), Kelurahan Pohe (Kecamatan Hulanthalangi), Kelurahan Leato Utara, Leato Selatan, Botu dan Talumolo di Kecamatan Dumbo Raya. Satu orang warga Kecamatan Kota Barat tewas akibat tertimbun material longsor.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo bersama dengan pemda dan lintas sektor melaksanakan upaya tanggap darurat berupa evakuasi warga, pendirian pos pengungsian, dan pendirian dapur umum, evakuasi sarana dan prasarana umum terdampak, hingga pengerukan material longsor dan pembersihan residu banjir.
Total pos pengungsian yang telah didirikan sebanyak 59 titik tersebar di tiap kelurahan. Jumlah total warga mengungsi per 13 Juli 2024 sebanyak 7.486 jiwa.
Banjir di Gorontalo juga memicu bencana longsor yang menimbun tambang emas di Desa Tulabolo Timur, Kecamatan Suwawa Timur, Provinsi Gorontalo Gorontalo pada 7 Juli 2024. Berdasarkan Basarnas Gorontalo, total sementara korban longsor ada 325 orang. Sedangkan 27 orang ditemukan tewas dan 15 orang hilang. [WLC02]
Discussion about this post