Senin, 9 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KIKA: Konsinyasi Bukan untuk Warga Wadas yang Menolak Tambang Andesit

Rabu, 12 April 2023
A A
Aksi Gempadewa menolak alat berat pembuka jalan tambang di Wadas, 10 April 2023. Foto dok. Gempadewa.

Aksi Gempadewa menolak alat berat pembuka jalan tambang di Wadas, 10 April 2023. Foto dok. Gempadewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Persoalannya, praktik-praktik musyawarah seringkali mengabaikan hak masyarakat. Kesetaraan pun seharusnya diperhitungkan, sehingga konsinyasi yang dilakukan tidak beralasan.

Konsinyasi merupakan tindakan sepihak pemrakarsa berupa menitipkan ganti rugi di pengadilan. Konsinyasi dilakukan setelah musyawarah selesai dan memberikan kesempatan gugatan pengadilan. Namun pembukaan jalan dengan alat berat untuk proses penambangan andesit telah dijalankan.

“Inilah yang dilanggar pemrakarsa,” kata Syukron.

Baca Juga: Keberhasilan Kolaborasi Konservasi Gajah Sumatera di Riau

Situasi tersebut memicu aksi Gempadewa yang menghentikan dan mengusir beberapa alat berat yang beraktivitas membuka akses jalan tambang di Dusun Karang, Desa Wadaspada tanggal 9-10 April 2023.

Sementara dalam UU Nomor 3 Tahun 2020, aspek penambangan diatur secara khusus karena dampak yang luar biasa. Seharusnya tidak dilakukan mudah, karena bahan-bahannya tidak dapat diperbaharui. Meskipun secara ekonomi menguntungkan, tapi untuk keberlanjutan alam merugikan.

Lantaran itu pula, pihak yang mendapat izin tambang adalah badan usaha, koperasi, badan usaha milik pemerintah atau daerah. Sementara penambangan andesit di Wadas dilakukan oleh Dirjen SDA Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. KIKA menengarai ada konstruksi hukum pertambangan terlanggar. Pemerintah sebagai pembuat aturan semestinya tidak ikut campur melakukan tekanan pada warga Wadas.

Baca Juga: BNPB Siapkan Mitigasi Potensi Bencana Hidrometeorologi Masa Lebaran 2023

“Penambangan tanpa izin adalah kejahatan. Pembiaran terhadap kejahatan adalah kejahatan,” tegas Syukron.

Berdasarkan diskudi tersebut, KIKA yang terdiri dari akademisi dari Semarang, Solo, Yogyakarta, Samarinda, Surabaya, Bogor, Malang menyatakan beberapa sikap. Pertama, menolak segala upaya penekanan terhadap warga Wadas yang menolak penambangan untuk menyetujui konsinyasi ataupun penambangan andesit.

Kedua, menghimbau kepada pemrakarsa untuk menghargai proses hukum tahap banding serta menghentikan upaya pembukaan jalan tambang atau dimulainya penambangan.

Ketiga, mendorong Dirjen SDA dan pihak terkait untuk menghentikan proyek penambangan di Wadas. Keempat, mendorong Gubernur dan DPRD Jawa Tengah turut menghentikan proyek penambangan di Wadas. [WLC04]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Desa WadasGempadewaKaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademikmenolak konsinyasipenambangan batu andesit

Editor

Next Post
BNPB luncurkan peta mudik Lebaran 2023 aman bencana. Foto BNPB.

BNPB Luncurkan Peta Mudik Lebaran 2023 Aman Bencana

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media