Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Kampus yang Kaya Habitat Satwa Liar dan Melestarikan Pohon 106 Tahun

Catatan ini menegaskan peran penting kampus sebagai habitat satwa liar sekaligus laboratorium hidup bagi pendidikan dan penelitian keanekaragaman hayati.

Minggu, 21 September 2025
A A
Penanaman pohon beringin usia 106 tahun di ITB Kampus Cirebon, 19 September 2025. Foto Dok. ITB.

Penanaman pohon beringin usia 106 tahun di ITB Kampus Cirebon, 19 September 2025. Foto Dok. ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Sejumlah titik penting di area kampus seperti Telaga Inspirasi, Danau SDGs, Arboretum, Hutan Al-Hurriyyah, dan Taman Konservasi berperan signifikan dalam mendukung kelangsungan hidup berbagai jenis burung. Lokasi-lokasi ini menjadi habitat alami yang kaya akan sumber pakan dan perlindungan bagi satwa liar.

Haris menekankan perlunya sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem kampus.

“Konservasi bukan hanya tugas peneliti atau pihak kampus. Semua pihak, termasuk masyarakat sekitar, perlu memiliki kesadaran dan kepedulian yang sama,” tegas dia.

Baca juga: Masyarakat Sipil Nilai IIGCE 2025 Merampas Ruang Hidup Lewat Proyek Panas Bumi

Melalui penelitian berkelanjutan, IPB University berkomitmen mengembangkan kawasan kampus sebagai living laboratory sekaligus zona konservasi biodiversitas.

Pohon beringin 106 tahun

Sementara sivitas akademika Institut Teknologi Bandung (ITB) menanam pohon beringin bersejarah di ITB Kampus Cirebon, Jumat, 19 September 2025. Penanaman ini menjadi simbol penting pelestarian sejarah pendirian ITB sekaligus pengingat akan nilai kebersamaan dan keberlanjutan lingkungan.

Pohon beringin yang ditanam merupakan satu-satunya yang tersisa dari empat pohon beringin yang ditanam pada 4 Juli 1919 saat upacara awal pembangunan Technische Hoogeschool te Bandoeng (THB), cikal bakal ITB. Upacara bersejarah itu dihadiri Wali Kota Bandung saat itu, Bertus Coops, serta perwakilan Koninklijk Instituut voor Hooger Technisch Onderwijs in Nederlandsch-Indië (KIHTONI).

Baca juga: Seruan Aksi Iklim di 35 Kota di Indonesia dan 97 Negara Jelang KTT Iklim Brasil

Pohon beringin tersebut diserahkan Ketua Komunitas Circular Dago, Anto, yang juga salah seorang alumni ITB, kepada Rektor ITB pada Sabtu, 12 Juli 2025.

Tidak seperti tradisi peletakan batu pertama, pendirian THB ditandai dengan penanaman empat pohon beringin oleh empat gadis dari latar belakang etnis berbeda, yakni Belanda, Melayu (Indonesia), Tionghoa, dan Indo-Eropa. Keempatnya melambangkan keberagaman masyarakat Hindia Belanda, sementara beringin menjadi simbol kekuatan, keteduhan, dan persatuan.

Rektor ITB, Prof. Tatacipta Dirgantara menegaskan pentingnya momentum ini bagi perkembangan ITB Kampus Cirebon.

Baca juga: Atasi Banjir Bandang dengan Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan

“Ini adalah peristiwa simbolik. Kami sudah punya kampus (empat), yang ketiga (ITB Kampus Cirebon), sudah mulai meluluskan alumni-alumni hebat. Kami berharap kampus ini tetap hidup dan terus tumbuh untuk menghasilkan sumber daya manusia yang akan menjadi pelopor pembangunan di Indonesia. Pohon ini bukan sekadar pohon, tetapi juga penanda dan pengingat,” papar dia.

Penanaman pohon ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa pendidikan di ITB menggabungkan Science, Technology, Engineering, dan Mathematics (STEM) dengan seni dan humaniora.

“Mudah-mudahan peristiwa seperti ini dapat abadi dan kami bisa menghasilkan solusi-solusi yang holistik dan berkelanjutan,” kata dia.

Baca juga: Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi ITB, Andryanto Rikrik Kusmara menyampaikan, pohon ini menjadi simbol dan pengingat bahwa ITB harus tetap tumbuh dan terus memberikan kebermanfaatan.

“Saat ini, kami semua berada di sini untuk menghargai sebuah inisiasi yang dilambangkan dengan pohon beringin. Pesan ini perlu dijaga bersama-sama,” ujar Andryanto.

Dalam kesempatan tersebut, selain pimpinan ITB, empat mahasiswi ITB juga turut serta dalam penanaman dan penyiraman pohon beringin. Sekaligus mengingatkan kembali peristiwa penanaman empat pohon beringin pada 4 Juli 1919. [WLC02]

Sumber: IPB University, ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: ITBkawasan konservasipohon beringinSatwa liar

Editor

Next Post
Komodo. Foto Wildfaces/pixabay.com.

Populasi Komodo Terancam Punah, Kementerian Kehutanan Menunggu Lampu Hijau Pembangunan Resort dari Unesco

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media