Kamis, 20 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Komisi III DPR Desak Penegak Hukum Usut Aktor Besar Tambang Ilegal di Manokwari

Rabu, 17 September 2025
A A
Praktik tambang ilegal. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Praktik tambang ilegal. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Komisi III DPR menerima aduan dari Bupati Manokwari Slamet Riyadi terkait aktivitas pertambangan ilegal di Distrik Wasiwari, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pengaduan itu menarik karena dilontarkan oleh bupati yang notabene adalah penguasa wilayah di daerah, perpanjangan tangan pemerintah pusat. Biasanya pengaduan disampaikan NGO atau civil society.

Pengaduan disampaikan karena kewenangan perizinan pertambangan yang sepenuhnya ditarik ke pemerintah pusat membuat daerah hanya menanggung dampak kerusakan.

“Semua perizinannya tidak lagi di daerah. Akhirnya daerah hanya menikmati kerusakan-kerusakan yang Pak Bupati sampaikan tadi,” kata anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo dalam Rapat Kerja Komisi III DPR dengan Kapolda Papua Barat, Bupati Manokwari Slamet Riyadi, serta tokoh adat Banny Daud Mansaburi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 17 September 2025.

Baca juga: Pourfect 60, Permudah Barista Menyeduh Kopi V60 secara Efisien dan Konsisten

Rudianto meminta ketegasan aparat penegak hukum menindak aktivitas pertambangan ilegal di sana.

“Penegakan hukum tidak hanya menyasar tambang rakyat kecil, tetapi juga menyentuh aktor-aktor besar di balik tambang ilegal. Biar tak muncul persepsi penegakan hukum seperti pisau, tajam ke bawah, tumpul ke atas,” kata Rudianto

Ia menyinggung pidato Presiden pada 15 September yang menekankan kewaspadaan terhadap praktik tambang ilegal. Ia menilai pernyataan Presiden tersebut menjadi panduan moral bagi semua penyelenggara negara, termasuk aparat penegak hukum.

Baca juga: Jangan Diam Melihat Kerusakan Lingkungan agar Dampak Karhutla Tak Meningkat

“Kalau hari ini yang datang kepala daerah, tokoh adat juga, tidak didengar alat negara yang punya kewenangan untuk penegakan hukum, lalu siapa lagi yang kita harapkan?” tanya dia.

Rudianto menekankan bahwa Bupati sebagai kepala daerah dipilih rakyat untuk menyelenggarakan pemerintahan, sehingga aparat kepolisian harus mendukung langkah kepala daerah.

“Kalau ada aduan seperti ini, saya tindak lanjuti, Pak. Apalagi Pak Presiden sudah bicara di pidato kenegaraan. Kalau pidato kenegaraan, maka dia membawahi seluruh institusi lembaga tinggi negara,” tandasnya.

Baca juga: Draw the Line Jogja Desak Presiden Realisasikan Janji Transisi 100 Persen Energi Terbarukan 2035  

Ia meminta perhatian khusus dari Kapolda Papua Barat agar seluruh aktivitas pertambangan ilegal di Manokwari segera ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Ungkap dokumen ilegal

Pernyataan sama juga disampaikan anggota Komisi III DPR, Machfud Arifin. Sebab persoalan ini telah menimbulkan kerusakan lingkungan, mengganggu sektor pertanian, dan berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.

“Aduan terhadap pertambangan liar di kawasan yang memang potensi kekayaan alamnya luar biasa, terutama emas. Dampak kerusakan yang sangat luar biasa berakibat pada pertanian yang tidak menghasilkan apa-apa. Dan lebih luas lagi, akhirnya mengganggu kehidupan masyarakat sana lebih luas,” tegas Machfud.

Baca juga: Pabrik PMT Disegel karena Ekspor Udang Beku Terkontaminasi Cesium, Ini Kata Pakar

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten ManokwariKementerian ESDMKomisi III DPRtambang ilegal

Editor

Next Post
Banjir bandang Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Foto tangkap layar visual BNPB.

Atasi Banjir Bandang dengan Memperbanyak Ruang Terbuka Hijau di Perkotaan

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media