Rabu, 23 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Penyintas Gempa Cianjur yang Tak ‘Menyerah’

Senin, 5 Desember 2022
A A
Penyintas gempa Cianjur, Febby [tiga dari kiri] bersama rekan sukarelawan penanganan dampak gempa bumi Cianjur magnitudo 5,6. Foto Dok BNPB.

Penyintas gempa Cianjur, Febby [tiga dari kiri] bersama rekan sukarelawan penanganan dampak gempa bumi Cianjur magnitudo 5,6. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Penyintas lainnya yang tak menyerah ialah Bunda Euis. Warga Desa Sayang, Kecamatan Cianjur ini juga penyintas gempa Cianjur, mengaku  senang hati membantu sesama penyintas.

“Kami sebagai sesama warga Cianjur, melihat warga kita mengalami kesusahan, tentu tergugah untuk membantu,” akunya.

Baca Juga: Sudah Seribu Lebih Warga Lumajang Mengungsi

Euis menjelaskan, masih banyak relawan yang juga sebagai penyintas yang turut melakukan penanganan darurat ini.

“Di gudang ini setidaknya ada tujuh orang yang seperti kami, begitupun di tempat lainnya masih ada,” kata Euis.

Febby dan Bunda Euis menjadi relawan di Gudang Logistik Bale Rancage sejak 22 November hingga 20 Desember 2021.

Baca Juga: Erupsi Gunung Semeru 4 Desember 2022

Tugas mereka untuk mengatur alur keluar masuk barang dan mendistribusikan bantuan baik dari pemerintah, dunia usaha dan masyarakat kepada warga yang membutuhkan.

Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo yang membidani relawan, mengungkapkan, hadirnya relawan baik dari warga Cianjur maupun luar Cianjur sangat membantu dalam penanganan bencana.

“Relawan lokal sebagai penghubung dengan relawan luar Cianjur. Relawan luar belum tentu paham lokasi dan adat kebiasaan setempat, sehingga mengurangi kesalahpahaman dengan warga lokal,” ujarnya.

Baca Juga: Anak-anak Korban Gempa Cianjur Tetap Bersekolah  

Data BNPB terdapat sekitar 10 ribu relawan yang telah berkontribusi dalam penanganan Cianjur. Setiap harinya yang bergerak sekitar 4 ribuan dengan berbagai klaster sesuai kemampuan relawan masing-masing.

Dianjurkannya, relawan yang baru datang agar berkolaborasi baik dengan relawan maupun personil lain, agar penanganan bencana berjalan baik.

Pangarso berharap kepada para relawan, selain membantu penanganan bencana juga harus menjadi relawan anti-hoaks.

“Relawan yang hadir di Cianjur adalah relawan penanggulangan bencana yang hebat, sekaligus sebagai agen anti-hoaks, jangan sampai relawan ikut menyebarkan hoaks,” pungkas Pangarso. [WLC01]

Sumber: BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gempa CianjurKabupaten Cianjurpasca gempa Cianjurpengungsi gempa Cianjurpenyintas gempa CianjurProvinsi Jawa Barat

Editor

Next Post
Presiden Jokowi meninjau pembangunan rumah RISHA untuk warga relokasi terdampak gempa Cianjur, di Desa Sinargalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin, 5 Desember 2022. Foto BNPB.

Presiden Jokowi Tegaskan Warga di Episenter Gempa Cianjur Prioritas Direlokasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media