Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Penyintas Tsunami Banyuwangi 1994, Panjat Pohon hingga Ikuti Arus

Cerita pengalaman warga yang selamat dari bencana dapat dijadikan pembelajaran dan bekal bagi masyarakat.

Kamis, 29 Agustus 2024
A A
Kisah penyintas tsunami Banyuwangi 1994, 27 Agustus 2024. Foto BNPB.

Kisah penyintas tsunami Banyuwangi 1994, 27 Agustus 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Susilowati masih berumur 11 tahun saat gempa berkekuatan 7.8 skala Richter mengguncang bumi tempatnya berpijak di Pulau Merah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 2 Juni 1994. Lantaran hari masih gelap, bocah kelas 5 sekolah dasar itu kembali meneruskan tidur bersama kakek dan neneknya.

Mereka tak menyangka saat air bah setinggi sekitar 13 meter tiba-tiba datang dan menyapu kediamannya yang tak terlalu dekat dari bibir pantai.

Mereka sempat keluar rumah dan memanjat pohon sirsak. Menyaksikan rumah pun roboh dihantam gelombang. Baru sekitar 15 menit kemudian, air mulai surut. Warga lainnya datang membantu dan bersama-sama mengungsi ke balai desa.

Baca Juga: Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Sementara Yeni yang juga masih berusia 11 tahun saat itu, tinggal bersama om dan tantenya. Ketika tsunami menerjang, ia diselamatkan omnya yang saat itu belum tidur. Yeni sempat berpegangan pada material rumah yang ikut hanyut, sehingga mengikuti arus. Tubuhnya tersangkut dan dapat bertahan hingga air surut.

Sedangkan Eko mengisahkan rumahnya yang dihantam ombak dua kali. Hantaman pertama, rumahnya masih bisa bertahan, meskipun sudah banyak kerusakan. Namun hantaman kedua langsung meluluhlantahkan bangunan rumahnya. Ia pun berenang mengikuti arus air dan tersangkut pada kayu dan jerigen yang cukup besar yang dapat membuat tubuhnya mengapung.

Susilowati, Yeni dan Eko adalah korban selamat dalam bencana tsunami di Banyuwangi pada 1994. Mereka berbagi kisah dalam kegiatan Refleksi Gempa Tsunami 1994 Kabupaten Banyuwangi, di Kantor Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur yang digelar Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada 27 Agustus 2024.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gelombang tsunamiKabupaten Banyuwangimitigasi tsunamitsunami Banyuwangi 1994

Editor

Next Post
Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media