Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kisah Penyintas Tsunami Banyuwangi 1994, Panjat Pohon hingga Ikuti Arus

Cerita pengalaman warga yang selamat dari bencana dapat dijadikan pembelajaran dan bekal bagi masyarakat.

Kamis, 29 Agustus 2024
A A
Kisah penyintas tsunami Banyuwangi 1994, 27 Agustus 2024. Foto BNPB.

Kisah penyintas tsunami Banyuwangi 1994, 27 Agustus 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

Kegiatan yang dihadiri Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi dan Direktur Kesiapsiagaan BNPB Pangarso Suryotomo ini menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi masyarakat dan perangkat daerah, khususnya yang bergerak dalam penanggulangan bencana.

“Cerita pengalaman beberapa warga yang selamat itu diharapkan dapat dijadikan pembelajaran dan bekal bagi masyarakat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran tertulis tertanggal 29 Agustus 2024.

Pertama, sebelum bencana datang melakuan mitigasi berbasis vegetasi, yaitu menanam pohon yang berakar kuat serta kokoh guna menjadi tempat berlindung ketika tsunami datang.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

Dapat juga dengan menyediakan lahan untuk hutan pantai yang berisikan pohon kelapa, pohon cemara, pohon pule, pohon ketapang, pohon mahoni dan pohon beringin. Pohon-pohon itu dapat dimanfaatkan untuk menahan arus gelombang dan sebagai tempat berlindung. Selain itu juga menanam mangrove yang menjadi salah satu upaya pemecah dan penahan gelombang tsunami.

Kedua, kondisi darurat saat tsunami menerjang, korban tsunami itu berbagi tips untuk bertahan dan selamat. Seperti berenang mengikuti arus, mencari sesuatu yang dapat dipergunakan untuk mengapung seperti kayu, material rumah, jerigen, galon, dan benda apapun yang bisa menahan tubuh agar tidak tenggelam. Atau memanjat pohon yang diperkirakan kuat diterjang gelombang tsunami. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: gelombang tsunamiKabupaten Banyuwangimitigasi tsunamitsunami Banyuwangi 1994

Editor

Next Post
Puncak peringatan HKAN 2024 di Boyolali, Jawa Tengah. Foto PPID KLHK.

HKAN 2024 di Boyolali, Menteri Siti Serukan Cetak Generasi Muda Cinta Lingkungan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media