Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nasih Yuwono, Olah Sisa Makanan dengan Ember Tumpuk Jalin Kerja Sama Desa Kota

Ember tumpuk dapat dimanfaatkan di pedesaan, karena masih banyak ladang. Sedangkan sampah bisa berasal dari kota.

Kamis, 29 Agustus 2024
A A
Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Dosen Fakultas Pertanian UGM, Nasih Widya Yuwono pencetus pengolahan sampah organik dengan ember tumpuk. Foto UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Nasih Widya Yuwono sudah sejak lama mengembangkan inovasi pengolahan sampah sisa makanan atau sampah organik lewat metode ember tumpuk. Lewat metode tersebut, tak hanya dapat menanggulangi bau tak sedap dari sampah organik dan sisa dari sampah. Melainkan juga dapat memprosesnya menjadi pupuk untuk menyuburkan tanah.

“Penelitian terkait ember tumpuk sudah dilakukan sejak 2000. Bahkan pada 2018, pertama kali inovasi ember tumpuk ini muncul di siaran TVRI,” jelas Nasih, Kamis, 29 Agustus 2024.

Sebelum menggunakan ember tumpuk, tim peneliti sempat menggunakan tong yang berukuran besar. Lantaran harganya mahal dan ukurannya besar, penggunaan tong ditinggalkan.

Baca Juga: Riset Harta Karun Kapal Perang Amerika yang Tenggelam di Teluk Banten

“Kami akhirnya beralih menggunakan ember yang lebih murah, mudah dicari, dan dan praktis untuk dibawa pergi,” kata Nasih.

Ember tumpuk dibuat dengan menyatukan dua ember yang disusun secara bertumpuk. Ember yang berada di atas digunakan untuk menampung sampah organik. Bagian alasnya diberi lubang saringan yang akan meneruskan hasil cairan dari pembusukan (lindi) ke bawah dengan bantuan gravitas.

Meskipun telah melalui penelitian yang lama, tim sempat mengalami kendala karena bau yang tidak sedap. Mereka berpikir keras bagaimana cara mengurangi bau tak sedap pada hasil lindi. Ide ini muncul pada tahun 2016 saat mahasiswanya meneliti pengelolaan limbah ikan.

Baca Juga: Komisi V DPR Minta BMKG Optimalkan Anggaran Mitigasi Gempa Megathrust

Hasil penelitian tersebut menimbulkan bau amis yang kuat hingga diprotes banyak orang. Saat akan dibuang, ada penemuan menarik, bahwa ternyata ada sampel yang tidak berbau menyengat.

“Diketahui bahwa lindi tersebut hasil penjemuran,” kata dia.

Nasih menjelaskan, cara kerja dari ember tumpuk ini memanfaatkan gaya gravitasi. Dimana hasil pembusukan sisa makanan atau buah berupa cairan di dalam ember atas akan turun ke ember di bawahnya.

Baca Juga: Pemerintah akan Reaktivasi Sumur Migas yang Tidak Aktif

Selain digunakan untuk mengelola sampah agar tidak berbau dan menghasilkan pupuk lindi, sisa sampah organik yang berada di ember atas dapat dimanfaatkan maggot. Sementara maggot berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF) yang akan membantu pengomposan sampah lebih cepat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Air LindiBlack Soldier FlyFakultas Pertanian UGMmetode ember tumpukNasih Widya Yuwonosampah organiksisa makanan

Editor

Next Post
Kisah penyintas tsunami Banyuwangi 1994, 27 Agustus 2024. Foto BNPB.

Kisah Penyintas Tsunami Banyuwangi 1994, Panjat Pohon hingga Ikuti Arus

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media