Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Seruan Sekjen PBB, António Guterres dalam Forum COP 30: energi bersih kini menjadi sumber energi termurah dalam sejarah, yang dibutuhkan hanyalah keberanian politik untuk meninggalkan bahan bakar fosil.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dan Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Forum COP 30 di Belem, Brasil. Foto Dok. KLH/BPLH.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dan Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Forum COP 30 di Belem, Brasil. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Selain sektor kehutanan (FOLU), Indonesia juga secara ambisius menargetkan penurunan emisi dari sektor energi. Menurut Hanif, pemerintah tetap menjadikan sektor kehutanan sebagai kunci utama dalam strategi nasional pengendalian perubahan iklim.

“Indonesia juga berkomitmen mengembangkan energi bersih, termasuk melalui pendekatan protektif terhadap pengembangan energi nuklir,” kata dia.

Hanif mengungkapkan, beberapa poin penting yang ia sampaikan dalam forum tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden Prabowo meminta agar Indonesia tidak hanya hadir dalam forum global seperti COP, tetapi juga mendorong agar diskusi panjang ini bertransformasi menjadi aksi nyata dan cerdas,” ucap dia.

Baca juga: Sinergi Tradisi dan Sains Jadi Solusi Mitigasi Bencana di Indonesia

Jaga hutan dan laut

Presiden Brasil, Lula da Silva sebagai tuan rumah dalam pernyataan resmi kenegaraan menyampaikan pesan moral. Bahwa masyarakat global memerlukan model pembangunan baru yang lebih adil, tangguh, dan rendah karbon.

“Rakyat mungkin tidak memahami istilah ‘ton karbon’. Tapi mereka tahu harga dari satu musim banjir. Kebijakan iklim harus nyata bagi kehidupan masyarakat. Manusia, seperti dikatakan suku Yanomami, memikul langit agar tidak jatuh ke bumi,” imbuh Presiden Brasil, Lula da Silva memberi penegasan.

Guterres juga menegaskan pentingnya mempercepat perlindungan alam dengan menjaga hutan dan laut yang merupakan penyerap karbon alami dunia.

Baca juga: Kementerian PU Alokasikan Rp351,8 Miliar untuk Tanggap Darurat Bencana 2025

“Hutan dan laut adalah kunci untuk membatasi pemanasan global di bawah 1,5 derajat,” kata Guterres.

Sejalan hal tersebut, Guterres menutup peringatan dengan nada tegas sekaligus ajakan.

“Tidak ada yang bisa menawar hukum fisika. Kita harus memilih: memimpin atau menuju kehancuran,” tegas dia.

Aliansi negara-negara hutan tropis, dari Amazon hingga Indonesia, menyuarakan pesan bersama. Bahwa tanpa keadilan sosial dan perlindungan alam, tidak akan ada keadilan iklim. Indonesia mengklaim pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab iklim dapat berjalan seiring. [WLC02]

Sumber: KLH/BPLH

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Belem BrasilCOP 30forum iklim globalperubahan iklimPresiden Brasil Lula da SilvaSekjen PBB António Guterrestransisi energi

Editor

Next Post
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media