Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KLHK Kaji Pencegahan Kebakaran TPA dan Penegakan Hukum Karhutla

Kemarau panjang dengan kenaikan suhu bumi di atas kondisi normal tak hanya memicu karhutla. Melainkan berpotensi menyebabkan kebakaran TPA sampah.

Minggu, 1 Oktober 2023
A A
Asap yang berpotensi memicu kebakaran di TPA. Foto Dok. PPID KLHK.

Asap yang berpotensi memicu kebakaran di TPA. Foto Dok. PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), per September 2023 tercatat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang terbakar terjadi di 16 kabupaten. KLHK berupaya mencari solusi dengan mengumpulkan data di lapangan untuk merumuskan langkah-langkah antar kebijakan penyelesaiannya.

“Kami dari kementerian ingin melihat persisnya kenapa ada api. Teorinya, kalau ada gas metan, kemudian ada angin kencang dan ada oksigen, pasti terbakar. Itu yang kami mau lihat, pelajari dan tangani,” terang Menteri LHK Siti Nurbaya Abubakar sesaat setelah mengunjungi TPA Kopi Luhur, Cirebon Jawa Barat pada 30 Septeber 2023.

Sejak 30 September hingga 1 Oktober 2023, Siti bersama jajarannya mengunjungi beberapa TPS di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur melalui jalur darat. Kunjungan tersebut untuk menyelidiki penyebab kebakaran beberapa TPA dan mengkaji cara terbaik untuk pencegahannya.

Baca Juga: Satu Pekan Lalu, Karhutla Teridentifikasi di Hutan dan Gunung di 4 Provinsi

“Sampai sore ini terdapat variasi penanganan yang dilakukan Pemda dan tim lapangannya,” kata Siti.

Kebakaran yang terjadi di TPA Kopi Luhur, Cirebon Jawa Barat telah padam tanggal 29 September 2023. Siti menyimpulkan kebakaran di TPA Kopi Luhur cepat padam karena cepat tertangani, sehingga api tidak membesar dan meluas.

Usai dari TPA Kopi Luhur, Siti melanjutkan kunjungan ke TPA Pesalakan di Pemalang, Jawa Tengah. Rencana selanjutnya akan meninjau ke TPA Randegan di Mojokerto dan berlanjut ke TPA Tlekung di Kota Batu Malang.

“Kami akan cek spot satu persatu polanya apa dan bagaimana cara menanganinya,” tutur Siti.

Baca Juga: BMKG Gencarkan SLG di Pesisir Selatan untuk Kurangi Risiko Gempa dan Tsunami

Pada musim kemarau tahun ini, akibat cuaca panas dan angin kencang membuat kebakaran hutan dan lahan kerap terjadi di beberapa lokasi, salah satunya di TPA. Suhu udara beberapa waktu belakangan terpantau meningkat dibandingkan normalnya. Data hasil pengamatan Badan Meteorologi,Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu maksimum terukur selama periode 22-29 September 2023 di beberapa wilayah Indonesia terjadi cukup tinggi. Levelnya berada di kisaran suhu antara 35 – 38.0 °C pada siang hari.

Suhu maksimum tertinggi selama periode tersebut ada yang mencapai hingga 38.0 °C yang terukur di Kantor Stasiun Klimatologi Semarang – Jawa Tengah pada 25 dan 29 September 2023, serta di Stasiun Meteorologi Kertajati, Majalengka-Jawa Barat pada 28 September 2023.

“Untuk kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan termasuk TPA ini pada dasarnya yang paling penting itu dimonitor, ditangani, dan jangan dibiarkan meluas,” ujar Siti.

Baca Juga: Ratu Kembali Lahirkan Bayi Badak Sumatera Ketiga di Way Kambas

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: empat Pemrosesan AkhirGakkum KLHKInpres Nomor 3 Tahun 2020karhutlakebakaran TPAMenteri LHK Siti NurbayaUU Nomor 32 Tahun 2009

Editor

Next Post
Bayi orang utan yang diselamatkan di Kalbar. Foto ppid.menlhk.go.id.

Bayi Orang Utan Dirawat Orang dan Induk Orang Utan di Area Tambang Diselamatkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media