Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ratu Kembali Lahirkan Bayi Badak Sumatera Ketiga di Way Kambas

Sabtu, 30 September 2023
A A
Bayi badak sumatera anank dari Ratu telah lahir. Foto Dok.PPID KLHK.

Bayi badak sumatera anank dari Ratu telah lahir. Foto Dok.PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Satu ekor anak badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) berjenis kelamin betina kembali lahir dari induk bernama Ratu di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas (SRS TNWK) pada 30 September 2023, pukul 01.44 WIB. Kelahiran bayi badak itu merupakan anak ketiga yang dilahirkan Ratu yang kini berumur 23 tahun. Bayi badak itu diberi nama Ratu Andalas.

Selama menjadi penghuni SRS TNWK, Ratu telah melahirkan bayi Andatu pada tahun 2012 dan Delilah pada tahun 2016. Ketiga individu badak yang dilahirkan Ratu tersebut merupakan hasil perkawinannya dengan badak jantan bernama Andalas yang berusia 22 tahun.

Sedangkan di SRS TNWK sampai saat ini kelahiran bayi badak tersebut merupakan kelahiran yang keempat. Menurut Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Abubakar, kelahiran bayi badak itu membuktikan komitmen Pemerintah dalam melakukan upaya konservasi badak di Indonesia, khususnya badak sumatera.

Baca Juga: Warga Wadas Tolak Tanda Tangan Dokumen Pelepasan Hak Atas Tanah

Kelahiran anak badak Ratu itu menambah jumlah badak yang ada di SRS TNWK menjadi sembilan ekor. Selain badak Ratu, badak betina lain yang saat ini menempati SRS TNWK adalah Bina, Rosa, Delilah, dan Sedah Mirah. Sedangkan jumlah badak jantan ada tiga ekor, yaitu Andalas, Harapan, dan Andatu.

“Kelahirannya dari upaya pengembangbiakan semi alami,” kata Siti.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Satyawan Pudyatmoko menyampaikan SRS TNWK berlokasi di zona khusus Taman Nasional Way Kambas. Saat ini, SRS TNWK adalah satu-satunya tempat pengembangbiakan semi in-situ yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Way Kambas bekerja sama dengan Yayasan Badak Indonesia (YABI).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Assisted Reproductive Technologybadak sumaterabayi badakCritically EndangeredDicerorhinus sumatrensiseknologi Reproduksi BerbantuSuaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas

Editor

Next Post
Peta evakuasi tsunami di Kebumen. Foto Dok. BMKG.

BMKG Gencarkan SLG di Pesisir Selatan untuk Kurangi Risiko Gempa dan Tsunami

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media