Minggu, 30 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Koleksi Alat Ukur Antik di Observatorium Bosscha

Minggu, 5 Februari 2023
A A
Suasana pameran multimedia aneka alat ukur antik koleksi Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Salah satu alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Salah satu alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Sekstan, alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Microphotometer
Mengamati benda-benda di langit tergolong spesial karena tidak bisa diamati secara langsung oleh mata. Apabila sekarang dapat diamati secara digital karena kemajuan teknologi citranya, lain kondisinya pada tahun 1900-an. Untuk mengamati perlu mengambil citranya melalui pelat fotografi, baru kemudian dapat diukur dengan teliti tingkat kecemerlangannya menggunakan alat yang dinamakan Microphotometer.

Baca Juga: Ini Peran Para Pendiri dan Aneka Teleskop Observatorium Bosscha

Jam Bandul
Selain objek langit, penghitungan waktu merupakan hal yang menjadi perhatian dalam pengamatan astronomi. Bahkan sangat krusial. Sebelum berkembang jam atomic, para astronom menggunakan jam bandul untuk penunjuk waktu. Jam ini menunjukan waktu yang didasari pergerakan semu harian matahari (1 hari dibulatkan menjadi 24 jam). Jam bandul ini juga digunakan sebagai instrumen penelitian perhitungan bujur dunia pada 1926 dan 1933. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 100 Tahun Observatorium Bosschajam atomicjam bandulMicrophotometerObservatorium Bosschapameran multimediaSekstanTeleskop Unitron

Editor

Next Post
Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Discussion about this post

TERKINI

  • Upaya pemadaman karhutla di Kalimantan, 23 agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Kalimantan, Legislator: Warga Lokal Tak Bisa Terus Disalahkan, Cabut Izin Korporasi yang Terlibat
    In News
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Penanganan karhutla di Lampung Timur, 21 Agustus 2026. Foto Dok. BNPB.Karhutla Berulang Bukan Fenomena Iklim, Walhi: Akibat Negara Salah Urus Tak Sampai Akar Masalah
    In Lingkungan
    Senin, 24 Agustus 2026
  • Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong
    In News
    Minggu, 23 Agustus 2026
  • Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, 20 Agustus 2026. (BNPB)Karhutla Ancaman Serius: Utamakan Penjagaan Sebelum Api Datang, Bukan Pencegahan
    In Bencana
    Sabtu, 22 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media