Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Koleksi Alat Ukur Antik di Observatorium Bosscha

Minggu, 5 Februari 2023
A A
Suasana pameran multimedia aneka alat ukur antik koleksi Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Salah satu alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Salah satu alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Sekstan, alat ukur antik Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.
Share on FacebookShare on Twitter

Microphotometer
Mengamati benda-benda di langit tergolong spesial karena tidak bisa diamati secara langsung oleh mata. Apabila sekarang dapat diamati secara digital karena kemajuan teknologi citranya, lain kondisinya pada tahun 1900-an. Untuk mengamati perlu mengambil citranya melalui pelat fotografi, baru kemudian dapat diukur dengan teliti tingkat kecemerlangannya menggunakan alat yang dinamakan Microphotometer.

Baca Juga: Ini Peran Para Pendiri dan Aneka Teleskop Observatorium Bosscha

Jam Bandul
Selain objek langit, penghitungan waktu merupakan hal yang menjadi perhatian dalam pengamatan astronomi. Bahkan sangat krusial. Sebelum berkembang jam atomic, para astronom menggunakan jam bandul untuk penunjuk waktu. Jam ini menunjukan waktu yang didasari pergerakan semu harian matahari (1 hari dibulatkan menjadi 24 jam). Jam bandul ini juga digunakan sebagai instrumen penelitian perhitungan bujur dunia pada 1926 dan 1933. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 100 Tahun Observatorium Bosschajam atomicjam bandulMicrophotometerObservatorium Bosschapameran multimediaSekstanTeleskop Unitron

Editor

Next Post
Desain perangko tentang 100 Tahun Observatorium Bosscha. Foto itb.ac.id.

Sejarah Observatorium Bosscha dalam Tiga Keping Perangko

Discussion about this post

TERKINI

  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media