“Suluh Sumurup secara sederhana kami artikan sebagai kegiatan yang mempunyai makna edukasi untuk semua, tanpa memandang perbedaan dan bisa bermanfaat untuk banyak orang. Suluh Sumurup menjadi nama kegiatan Jogja Disability Arts yang melibatkan komunitas-komunitas disabilitas khususnya yang berkegiatan dibidang seni rupa,” tulis dalam siaran pers yang diterma Wanaloka.com, Jumat, 2 Desember 2022.
Baca Juga: Relokasi Warga Terdampak Gempa Cianjur, Ini Pemukiman Diprioritaskan Direlokasi
Suluh Sumurup diharapkan menjadi ruang pertemuan antar komunitas untuk saling berinteraksi, berkomunikasi, bertukar pengetahuan, dan presentasi bersama kegiatan yang telah dilakukan. Suluh Sumurup lebih mengedepankan semangat komunal dan berjejaring antar komunitas disabilitas yang bergerak dalam bidang seni yang inklusif, edukatif, egaliter dan komunal.
Komunitas yang terlibat kali ini antara lain AndArt, ba(WA)yang, Difalitera, Eco Diffa, JDA, Potads, Kembang Selatan, Para Rupa, Pawiyatan, Pen Pals, Pok ame ame, dan PSPSR UGM.
Baca Juga: Pakar UGM, Sakit dan Kelaparan Akibat Perubahan Iklim Jadi Bencana Masa Depan
Pameran ini adalah kerjasama antara Jogja Disability Arts dan Galeri R.J. Katamsi, Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, yang berkomitmen untuk pemajuan seni dan disabilitas di Indonesia. [WLC01]
Discussion about this post