Baca juga: Menhut akan Susun Syarat Pendakian Berdasar Tingkat Kesulitan Setiap Gunung
Ada tiga tujuan Sasakawa datang ke Indonesia pada 2025. Pertama, mengorganisir Global Forum. Kedua, berpartisipasi dalam International Leprosy Congress. Ketiga, melakukan kunjungan ke Kabupaten Sampang.
Eliminasi di 11 daerah
Sampang merupakan salah satu daerah dengan kasus kusta tertinggi di Indonesia. Daerah itu menjadi wilayah percontohan (pilot project) dalam upaya eliminasi. Kunjungan ke Sampang dijadwalkan pada 8 Juli 2025 untuk melihat langsung praktik terbaik yang telah diterapkan.
Dalam paparannya, Ina menegaskan bahwa penanganan kusta tidak bisa berdiri sendiri. Dibutuhkan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai sektor dan pemangku kepentingan, terutama untuk mengatasi stigma dan diskriminasi.
Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Cabut Gugatan Hukum terhadap Ahli Lingkungan
“Pelayanan kusta tersedia gratis di puskesmas, baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan. Namun upaya eliminasi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan harus dikuatkan,” kata dia.
Tahun ini, pemerintah menargetkan eliminasi kusta di 11 kabupaten/kota. Secara keseluruhan, Indonesia menargetkan eliminasi di 42 kabupaten/kota hingga tahun 2029.
Mengacu pada kriteria eliminasi baru dari WHO—yakni tidak ada kasus kusta anak dalam lima tahun dan tidak ada kasus dewasa dalam tiga tahun terakhir—Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Namun, semangat kolaboratif dari forum internasional ini diharapkan menjadi titik balik penting dalam menghapus kusta, menghilangkan stigma, dan menjamin hak kesehatan bagi semua. [WLC02]
Sumber: Kementerian Kesehatan
Discussion about this post