Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konsep Giant Sea Wall Versi Ahli yang Diklaim Tidak Meminggirkan Nelayan

Pembangunan giant sea wall juga tidak akan menghentikan banjir dari sungai, hanya dari laut.

Jumat, 7 Februari 2025
A A
Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.

Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Keberadaan giant sea wall alias tanggul laut raksasa memunculkan polemik pro dan kontra. Forum Guru Besar (FGB) ITB bersama dengan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB menyelenggarakan focused group discussion (FGD) bertopik “Kontribusi ITB dalam Kajian Teknik dan Lingkungan Giant Sea Wall” di Ruangan Alumni Sipil (ALSI) ITB Kampus Ganesha, Jumat, 7 Februari 2025.

Pada sesi pertama, dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Teknik Sumber Daya Air, Prof. Dantje Kardana Natakusumah menjelaskan tentang National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang merupakan pembangunan sebuah tanggul raksasa di bagian utara dari Teluk Jakarta dengan alasan untuk melindungi ibu kota dari banjir.

Ada tiga komponen utama proyek NCICD. Meliputi, pertama, Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Sungai, didanai oleh dana publik atau pemerintah. Kedua, Tanggul Laut Raksasa (giant sea wall). Ketiga, Waduk Pantai.

Baca juga: Arsinum, Inovasi Air Laut Siap Minum untuk Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil

Meski begitu, terdapat beberapa masalah dalam Desain Waduk Pantai NCICD. Antara lain pembangunan giant sea wall tidak akan menghentikan banjir dari sungai, pendekatan pengendalian banjir yang tidak konvensional dan tidak teruji, beban hidrolik berlebihan pada waduk pantai, serta replikasi desain yang gagal di Danau Shihwa, Korea Selatan.

“Giant sea wall tidak dapat menghentikan banjir yang berasal dari sungai, kalau dari laut bisa,” tutur Dantje.

Selain itu, desain giant sea wall juga mengharuskan ada pengerukan sedimen secara berkala pada reservoir.

“Reservoir itu kalau sudah dibangun ya idealnya dibiarkan, karena biaya pengerukannya sangat tinggi,” jelas dia.

Baca juga: Upaya Mengembalikan Kejayaan Kelapa di Indonesia dan Dunia

Sementara paparan dosen dari Kelompok Keahlian (KK) Teknik Pantai, Prof. Andojo Wurjanto menjelaskan, urgensi pembangunan giant sea wall atau Tanggul Lepas Pantai (TLP) adalah banyak tempat yang mengalami penurunan muka tanah, seperti di Jakarta, Semarang, dan Pekalongan.

Ia mengenalkan konsep Waduk Pantai. Bahwa terdapat konsep Water Treatment Plan (WTP) yang akan dibangun selaras dengan pembangunan Tanggul Pantai (TP).

“Integrasi waduk pantai (WP) ke TLP dipandang menjadi solusi atas permasalahan pesisir Pantura Jawa ruas tertentu, mulai dari Jakarta. Maka kami tidak mengambil air tanah, karena ke depan akan ada waduk air tawar di pantai,” ucap Andojo.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Forum Guru Besar ITBgiant sea wallnelayantanggul laut raksasa

Editor

Next Post
Ilustrasi teh tubruk. Foto Pexels/pixabay.com.

Teh Tubruk, Solusi Aman Menghindari Mikroplastik dari Kantong Teh Celup

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media