Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Konsep Giant Sea Wall Versi Ahli yang Diklaim Tidak Meminggirkan Nelayan

Pembangunan giant sea wall juga tidak akan menghentikan banjir dari sungai, hanya dari laut.

Jumat, 7 Februari 2025
A A
Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.

Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Indonesia Punya Risiko Ketergantungan Pendanaan Obat dari Negara Lain

Selain itu, pelabuhan perikanan juga diintegrasikan sebagai wujud kehadiran negara terhadap kelompok nelayan.

“Kami selalu melihat bahwa kelompok nelayan menjadi kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Maka desain kami selalu menyertakan pelabuhan perikanan sebagai wujud kehadiran negara terhadap kelompok nelayan,” tutur dia.

Paparan terakhir dari dosen Kelompok Keahlian (KK) Rekayasa Air dan Limbah Cair, Prof. Edwan Kardena tentang dampak terhadap kualitas air di waduk GSW. Ia menjelaskan bahwa kondisi kualitas air di Jakarta sudah tercemar.

Baca juga: Penting Pengetahuan Karakteristik Lokasi Wisata Tujuan untuk Cegah Kecelakaan

“Menggunakan indeks pencemaran air apapun, semua sungai di Jakarta itu klasifikasinya adalah tercemar. Trennya makin ke sini bukannya makin baik, tetapi makin tercemar,” jelas dia.

Sistem pengelolaan limbah di Jakarta pun sangat ketinggalan dibandingkan kota lain, seperti Bandung atau Semarang, serta ibu kota negara lain di Asia Tenggara.

“Jakarta sangat ketinggalan. Wajar jika dana yang diperlukan bisa sampai 130 triliu,” ungkap dia.

Baca juga: Waspada Siklon Tropis Sepekan, Gelombang Tinggi Hingga 6 Meter

Ia juga menyoroti mitigasi terhadap kemungkinan pengaruh kondisi kualitas lingkungan, terutama dari aspek kualitas air permukaan. Terdapat dua metode pemulihan sungai yang tercemar, yakni mengendalikan effluent yang masuk ke dalam sungai dan membersihkan sungai dengan pengerukan sedimen, by pass purification, atau direct purification.

Proporsi air limbah yang sangat besar dapat menjadi potensi besar sebagai sumber air untuk daur ulang. Daur ulang air limbah akan lebih memungkinkan apabila pengelolaan air limbah sudah memperhatikan hal-hal berikut, seperti begin of pipe approach, memulai prinsip do not mixed dan do not collect, regulasi yang mendukung, pricing yang sehat, serta sosialisasi untuk mempengaruhi budaya masyarakat terutama persepsinya terhadap air daur ulang. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Forum Guru Besar ITBgiant sea wallnelayantanggul laut raksasa

Editor

Next Post
Ilustrasi teh tubruk. Foto Pexels/pixabay.com.

Teh Tubruk, Solusi Aman Menghindari Mikroplastik dari Kantong Teh Celup

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media