Kamis, 25 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah

Pemerintah DIY seharusnya berfokus untuk mengurangi timbulan sampah dari hulu, bukan hanya merancang penanganan sampah di hilir.

Sabtu, 9 Mei 2026
A A
Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota Yogyakarta

Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota Yogyakarta

Share on FacebookShare on Twitter

Kebijakan semacam itu hanya menawarkan solusi semu jangka pendek yang tidak menyelesaikan persoalan utama dari krisis sampah, yaitu meningkatnya timbulan sampah.

PSEL memperburuk krisis

Dalam situasi tersebut, pemerintah justru berencana untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Hal ini selaras dengan pernyataan DLH Bantul yang menyatakan berharap agar program pembangunan PSEL dapat segera berjalan.

Walhi Yogyakarta mengingatkan, PSEL tidak dapat dijadikan sebagai solusi jangka panjang karena justru berpotensi memperpanjang dan memperburuk krisis yang telah ada. Pengalaman pengelolaan serupa di TPA Putri Cempo dan TPA Benowo menunjukkan fasilitas serupa justru memunculkan persoalan baru, mulai dari pencemaran udara, residu hasil pembakaran, serta biaya operasional yang tinggi yang bergantung pada subsidi.

Apabila benar-benar dijalankan, PSEL berpotensi untuk memperburuk beban ekologis yang telah mengalami tekanan berat selama ini. Juga meningkatkan berbagai risiko bagi masyarakat sekitar.

Sebab untuk menunjang kebutuhan operasional, PSEL membutuhkan pasokan sampah sebanyak 1.000 ton/hari. Kebutuhan ini justru lebih banyak daripada kapasitas harian TPA Piyungan sebelum ditutup, sebanyak 757 ton/hari.

Rencana pembangunan PSEL menjadi paradoks dalam pengelolaan sampah di DIY karena berpotensi menyeret DIY ke dalam ketergantungan pada pasokan sampah. Pemerintah DIY seharusnya berfokus untuk mengurangi timbulan sampah dari hulu, bukan hanya merancang penanganan sampah di hilir.

Atas permasalahan tersebut, Walhi Yogyakarta menampaikan sejumlah desakan.

Pertama, menutup TPS 3R Sokowaten, jika tidak ada perbaikan tata kelola sesuai tuntutan warga dan SLBN 2 Bantul.

Kedua, provinsi bersikap tegas sesuai dengan wewenangnya dan melakukan evaluasi mendalam pada pengelolaan sampah di Kabupaten Bantul.

Ketiga, beralih dari solusi palsu seperti RDF, PSEL, Insenerator, dan teknologi-teknologi yang jelas-jelas tidak menyelesaikan permasalahan sampah menuju pengelolaan yang berkeadilan.

Keempat, mendorong kebijakan dari hulu pada pengurangan timbulan sampah di hulu yang menyasar pada sektor industri, produsen, serta pelaku usaha, terutama yang berkaitan dengan aktivitas pariwisata. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Krisis EkologiPSELWalhi Yogyakarta

Editor

Next Post
Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.

Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media