Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kunang-Kunang Kian Langka, Tanda Kualitas Lingkungan Menurun

Serangga bercahaya ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, mulai dari perubahan kelembapan tanah hingga pencemaran.

Minggu, 21 Juni 2026
A A
Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.

Ilustrsi kunang-kunang. Foto Franciscojaviercorador/Pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kunang-kunang mulai sulit didapatkan di alam. Bahkan sejumlah warganet turut memperhatikan fenomena ini. Tak hanya di Indonesia, ternyata penurunan populasi kunang-kunang juga menjadi fenomena global.

Data International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan sekitar 11–20 persen spesies kunang-kunang yang telah dievaluasi berada dalam kondisi terancam. Bahkan beberapa spesies khas Asia Tenggara yang hidup di kawasan mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah masuk kategori rentan.

“Kelangkaan kunang-kunang menjadi salah satu indikator menurunnya kualitas lingkungan,” kata dosen dan peneliti entomologi dari Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Prof. Upik Kesumawati Hadi.

Kunang-kunang merupakan bioindikator, yaitu organisme yang keberadaan atau ketidakhadirannya dapat mencerminkan kesehatan suatu ekosistem. Ketika kualitas lingkungan memburuk, populasinya akan cepat menyusut bahkan menghilang.

Di Indonesia sendiri, berbagai kajian entomologi menunjukkan populasi kunang-kunang mengalami penurunan drastis, terutama di wilayah perkotaan. Serangga bercahaya ini sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, mulai dari perubahan kelembapan tanah hingga pencemaran.

Kerusakan habitat menjadi faktor utama penyebab menurunnya populasi kunang-kunang. Alih fungsi lahan hijau, rawa, dan persawahan menjadi kawasan permukiman maupun industri menghilangkan tempat hidup larva yang membutuhkan tanah lembap untuk berkembang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IUCNKualitas LingkunganKunang-kunangSKHB IPB University

Editor

Next Post
Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.

Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran

Discussion about this post

TERKINI

  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
  • Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Jumat, 9 Oktober 2026. Foto BPBD Kabupaten Gayo Lues.Bencana Banjir dan Longsor Landa Aceh dan Sumatra Barat Ratusan Penduduk Mengungsi
    In Bencana
    Senin, 12 Oktober 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media