Sabtu, 12 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kurangi Sampah Plastik dengan Wadah Makanan dari Pelepah Pisang

Pembuatan food container berbasis bahan serat atau lignocellulosa fiber bisa diperoleh dari berbagai tumbuhan lainnya selain batang pelepah pisang, seperti pelepah pinang, serat nanas, serat kenaf, dan tanaman jagung.

Minggu, 9 Maret 2025
A A
Wadah makanan dari pelepah pisang. Foto BRIN.

Wadah makanan dari pelepah pisang. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Secara komersial, food container berbasis pelepah pisang ini belum dimanfaatkan industri secara luas. Namun secara teknologi, komposit untuk pembuatan food container yang menggunakan bahan alam lainnya, salah satunya pelepah pinang, sudah dimanfaatkan oleh mitra industri BRIN, yaitu PT. Jentera Garda Futura, dan sudah dijual di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Kebanyakan wadah atau kemasan makanan yang dikenal masyarakat saat ini berbahan gabus sintetis, plastik, dan karton yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan food container pelepah pisang membutuhkan treatment yang berbeda dibandingkan yang berbahan plastik konvensional.

Tujuan membuat food container berbahan alam adalah untuk mengatasi masalah limbah plastik yang sulit terdegradasi oleh mikroorganisme. Sehingga, penggunaan food container berbasis pelepah pisang ini hanya untuk sekali pakai karena ketika dibuang hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu untuk terurai.

Baca juga: Yogyakarta dan Bandung Gandeng Kampus Atasi Masalah Pengelolaan Sampah

Keunggulan food container berbasis batang pelepah pisang adalah ramah lingkungan, mudah terdegradasi, bahan baku melimpah sehingga mudah diperoleh dan lebih murah. Sebab batang pohon yang sudah tidak produktif ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Food container berbasis bahan alam, terutama pelepah pisang masih perlu pengembangan lebih lanjut terutama terkait durability atau keawetannya. Sebab hanya satu kali pakai.

Sehingga tantangannya adalah bagaimana bisa meningkatkan kemampuan food container ini lebih dari satu kali pemakaian, seperti produk food container berbasis plastik konvensional. Perlu penerapan teknologi coating dalam pembuatan food container sehingga bisa dipakai beberapa kali seperti produk food container berbasis plastik konvensional. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINfood containerpelepah pisangsampah plastikwadah makanan

Editor

Next Post
Lutung Sentarum. Foto Dok. IPB University.

Inovasi Teknologi IPB University Atasi Kepunahan Flora dan Fauna

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media