Wanaloka.com – Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan wilayah habitatnya terancam dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Pulau Borneo di tahun ini, 2026. Dari 22.744 titik api yang terdeteksi di seluruh Kalimantan, pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026, sebanyak 17.865 titik atau 78,5 persen berada di wilayah habitat Orangutan Kalimantan.
Saat ini wilayah kunci keanekaragaman hayati Indonesia, terutama di pulau Kalimantan dilalap api dan dikepung asap kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini diperparah dengan krisis iklim dan fenomena Godzila El Nino yang diperkiraan BMKG baru akan berakhir di bulan Januari tahun depan.
Organisasi lingkungan dan konservasi independen, Geopix menurunkan laporan dari kejadian karhutla 2026 di Kalimantan dengan tajuk: Alerta! Borneo Lautan Api, Puluhan Ribu Titik Api Berada Dalam Habitat Orangutan.
“Doa, pikiran, dan solidaritas kami untuk seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi korban dan menderita karena sesak nafasnya akibat krisis kebakaran hutan dan lahan. Krisis ini adalah pukulan terberat bagi kita, tidak hanya bagi manusia tetapi juga satwa liar didalamnya,” tutur Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix dalam keterangan tertulis pada Kamis, 3 September 2026.
Geopix mengeluarkan pemantauan seri pertamanya terkait Karhutla dan dampaknya terhadap spesies payung, yaitu Orangutan Kalimantan. Analisis Geopix menggunakan data-data resmi dari Pemerintah. Sumber data yang digunakan pada analisis ini adalah data titik api (hotspot) dari Kementerian Kehutanan (laman Sipongi) dengan semua tingkat kepercayaan pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026.
Selanjutnya, data hotspot ditumpangsusunkan dengan data wilayah habitat Orangutan Kalimantan Pongo pygmaeus dan pada tiga 3 subspesies yaitu P.p pygmaeus, P.p wurmbii, P.p morio.
Temuan Geopix mengungkap terjadinya peningkatan jumlah hotspot secara ekstrem pada habitat Orangutan kalimantan di bulan Agustus 2026 yang mencapai total 17.375 titik api.

Secara visual pada peta, sebaran titik api lebih masif dan padat di bulan Agustus 2026 dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juni dan Juli 2026. Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi tepat di dalam kawasan habitat orangutan.






Discussion about this post