Minggu, 13 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar

Kita gagal memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026, yang diperburuk dengan krisis iklim Godzilla El Nino. Kini, dampak kegagalan itu menyengsarakan satwa ikonik Indonesia, Orangutan Kalimantan, dan wilayah kunci biodiversitas Indonesia.

Kamis, 3 September 2026
A A
Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan wilayah habitatnya terancam dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Pulau Borneo di tahun ini, 2026. Dari 22.744 titik api yang terdeteksi di seluruh Kalimantan, pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026, sebanyak 17.865 titik atau 78,5 persen berada di wilayah habitat Orangutan Kalimantan.

Saat ini wilayah kunci keanekaragaman hayati Indonesia, terutama di pulau Kalimantan dilalap api dan dikepung asap kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini diperparah dengan krisis iklim dan fenomena Godzila El Nino yang diperkiraan BMKG baru akan berakhir di bulan Januari tahun depan.

Organisasi lingkungan dan konservasi independen, Geopix menurunkan laporan dari kejadian karhutla 2026 di Kalimantan dengan tajuk: Alerta! Borneo Lautan Api, Puluhan Ribu Titik Api Berada Dalam Habitat Orangutan.

“Doa, pikiran, dan solidaritas kami untuk seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi korban dan menderita karena sesak nafasnya akibat krisis kebakaran hutan dan lahan. Krisis ini adalah pukulan terberat bagi kita, tidak hanya bagi manusia tetapi juga satwa liar didalamnya,” tutur Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix dalam keterangan tertulis pada Kamis, 3 September 2026.

Geopix mengeluarkan pemantauan seri pertamanya terkait Karhutla dan dampaknya terhadap spesies payung, yaitu Orangutan Kalimantan. Analisis Geopix menggunakan data-data resmi dari Pemerintah. Sumber data yang digunakan pada analisis ini adalah data titik api (hotspot) dari Kementerian Kehutanan (laman Sipongi) dengan semua tingkat kepercayaan pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026.

Selanjutnya, data hotspot ditumpangsusunkan dengan data wilayah habitat Orangutan Kalimantan Pongo pygmaeus dan pada tiga 3 subspesies yaitu P.p pygmaeus, P.p wurmbii, P.p morio.

Temuan Geopix mengungkap terjadinya peningkatan jumlah hotspot secara ekstrem pada habitat Orangutan kalimantan di bulan Agustus 2026 yang mencapai total 17.375 titik api.

Peta sebaran Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Peta sebaran Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Secara visual pada peta, sebaran titik api lebih masif dan padat di bulan Agustus 2026 dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juni dan Juli 2026. Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi tepat di dalam kawasan habitat orangutan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Habitat OrangutankarhutlaKarhutla BorneoOrangutan kalimantanPulau Kalimantan

Editor

Next Post
Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media