Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar

Kita gagal memitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2026, yang diperburuk dengan krisis iklim Godzilla El Nino. Kini, dampak kegagalan itu menyengsarakan satwa ikonik Indonesia, Orangutan Kalimantan, dan wilayah kunci biodiversitas Indonesia.

Kamis, 3 September 2026
A A
Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.

Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan wilayah habitatnya terancam dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Pulau Borneo di tahun ini, 2026. Dari 22.744 titik api yang terdeteksi di seluruh Kalimantan, pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026, sebanyak 17.865 titik atau 78,5 persen berada di wilayah habitat Orangutan Kalimantan.

Saat ini wilayah kunci keanekaragaman hayati Indonesia, terutama di pulau Kalimantan dilalap api dan dikepung asap kebakaran hutan dan lahan. Situasi ini diperparah dengan krisis iklim dan fenomena Godzila El Nino yang diperkiraan BMKG baru akan berakhir di bulan Januari tahun depan.

Organisasi lingkungan dan konservasi independen, Geopix menurunkan laporan dari kejadian karhutla 2026 di Kalimantan dengan tajuk: Alerta! Borneo Lautan Api, Puluhan Ribu Titik Api Berada Dalam Habitat Orangutan.

“Doa, pikiran, dan solidaritas kami untuk seluruh masyarakat Indonesia yang menjadi korban dan menderita karena sesak nafasnya akibat krisis kebakaran hutan dan lahan. Krisis ini adalah pukulan terberat bagi kita, tidak hanya bagi manusia tetapi juga satwa liar didalamnya,” tutur Annisa Rahmawati, Senior Wildlife Campaigner Geopix dalam keterangan tertulis pada Kamis, 3 September 2026.

Geopix mengeluarkan pemantauan seri pertamanya terkait Karhutla dan dampaknya terhadap spesies payung, yaitu Orangutan Kalimantan. Analisis Geopix menggunakan data-data resmi dari Pemerintah. Sumber data yang digunakan pada analisis ini adalah data titik api (hotspot) dari Kementerian Kehutanan (laman Sipongi) dengan semua tingkat kepercayaan pada periode 1 Juni-28 Agustus 2026.

Selanjutnya, data hotspot ditumpangsusunkan dengan data wilayah habitat Orangutan Kalimantan Pongo pygmaeus dan pada tiga 3 subspesies yaitu P.p pygmaeus, P.p wurmbii, P.p morio.

Temuan Geopix mengungkap terjadinya peningkatan jumlah hotspot secara ekstrem pada habitat Orangutan kalimantan di bulan Agustus 2026 yang mencapai total 17.375 titik api.

Peta sebaran Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).
Peta sebaran Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Secara visual pada peta, sebaran titik api lebih masif dan padat di bulan Agustus 2026 dibandingkan dengan kondisi pada bulan Juni dan Juli 2026. Sebagian besar kebakaran tersebut terjadi tepat di dalam kawasan habitat orangutan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Habitat OrangutankarhutlaKarhutla BorneoOrangutan kalimantanPulau Kalimantan

Editor

Discussion about this post

TERKINI

  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media