Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

La Nina Triple Dip Berulang hingga 2023, Waspada Penyakit Musim Penghujan

Tampaknya, fenomena La Nina masih berlanjut hingga awal 2023. Tak hanya ancaman bencana hidrometeorologi, melainkan perlu pencegahan penyakit musim hujan.

Selasa, 18 Oktober 2022
A A
Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

Banjir Sintang, enam desa di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, dilanda banjir setinggi 2 meter. Foto Dok BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena La Nina membawa dampak peningkatan curah hujan di banyak tempat di Indonesia. Meskipun dampak La Nina tidak pernah sama karena dipengaruhi faktor lainnya.

“Yang perlu juga diwaspadai adalah penyakit yang biasa muncul di musim hujan. Semua harus bersiap,” kata Dwikorita.

Baca Juga: Tim Nakes Indonesia di Pakistan Temukan Kasus Malaria di Pengungsian

Penyakit yang dimaksud antara lain diare, demam berdarah, Leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit.

Untuk mengantisipasi arus perubahan iklim yang dahsyat, BMKG berkolaborasi dengan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melakukan penguatan sistem peringatan dini di Indonesia. Kolaborasi yang dilakukan berupa observasi dan analisis guna meningkatkan akurasi informasi cuaca dan iklim di Indonesia. Selain itu juga digelar workshop, seminar, simposium, dan berbagai pelatihan lain guna pengembangan sumber daya manusia (SDM) BMKG. Kerjasama tersebut I bawah koordinasi Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BMKG, Nelly Florida Riama.

Baca Juga: Pentas Seni Gemati Bhumiku Menggugah Kesadaran Pengelolaan Sampah

Kerjasama tersebut telah berlangsung cukup lama dan diwujudkan dalam berbagai macam program bersama. Salah satunya program rutin tahunan, yakni melakukan pelayaran ke Samudra Hindia untuk melakukan perawatan Buoy serta pengukuran variabel laut hingga kedalaman 5.000 meter. Hasil dari pengukuran dianalisis bersama dan disajikan dalam tulisan ilmiah yang dipresentasikan dalam seminar internasional.

BMKG dan NOAA juga melaksanakan kegiatan Indonesia Prima (Indonesia Program Initiative on Maritime Observation and Analysis), yakni ekspedisi untuk meningkatkan kerapatan observasi cuaca dan prediksi cuaca kelautan di Samudra Hindia.

“Ini adalah upaya BMKG untuk berdiri sejajar dengan pusat iklim global lainnya,” kata Dwikorita yang berharap BMKG dapat memainkan peran penting dalam pemantauan cuaca dan iklim global. [WLC02]

Sumber: BMKG

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Bencana HidrometeorologiBMKGEl NinoKepala BMKG Dwikorita KarnawatiLa NinaLa Nina Triple DipNational Oceanic and Atmospheric Administrationsuhu permukaan laut

Editor

Next Post
Bangkai gajah betina di kebun warga di Aceh Timur. Foto ppid.menlhk.go.id

Gajah Betina Mati di Aceh Timur Diduga Makan Bahan Pupuk

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media