Minggu, 19 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Labi-labi Tempurung Lunak yang Terlupakan di Pulau Bawean

Labi-labi tempurung lunak bukan sekadar penghuni perairan, tetapi indikator penting bagi kesehatan ekosistem sungai.

Selasa, 1 April 2025
A A
Labi-labi tempurung lunak yang ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Labi-labi tempurung lunak yang ditemukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Foto Dok. BBKSDA Jawa Timur.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di jantung Pulau Bawean, di antara rimbunnya vegetasi dan aliran sungai yang mulai kehilangan kejernihannya, satu jejak kehidupan kembali terungkap. Seekor labi-labi tempurung lunak, Amyda cartilaginea, muncul dari dasar sungai di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Temuan ini bukan sekadar peristiwa biasa, tetapi fragmen dari sejarah alam yang perlahan menghilang.

Penemuan ini terjadi pada 27 Februari 2025, saat proyek normalisasi sungai yang dilakukan UPT Pengelolaan Jalan, Jembatan, dan Sumber Daya Air (SDA) Pulau Bawean berlangsung. Alat berat yang mengeruk dasar sungai menemukan dua individu labi-labi, meskipun hanya satu yang berhasil diangkat ke permukaan. Menyadari pentingnya keberlangsungan hidup satwa ini, seorang warga bernama Abdul Razak segera melepaskannya kembali ke habitat alaminya.

Sering muncul di Sungai Bawean

Tak lama setelah kejadian tersebut, Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 10 Pulau Bawean bersama MMP Bawean Lestari bergerak cepat. Mereka melakukan pemeriksaan morfometri dan evakuasi terhadap labi-labi yang ditemukan pada 11 Maret 2025.

Dengan panjang karapas 23 cm dan berat lebih dari satu kilogram, individu ini dipastikan berjenis kelamin betina. Namun, pertanyaan besar muncul: seberapa banyak populasi labi-labi yang tersisa di Bawean?

Kesaksian warga menambah lapisan cerita yang lebih dalam. Beberapa penduduk, seperti Hepni dari Desa Kebuntelukdalam mengingat masa ketika labi-labi sering terlihat di berbagai aliran sungai Bawean. Kini, perjumpaan dengan spesies ini menjadi momen langka, tanda bahwa habitatnya mungkin telah mengalami degradasi yang signifikan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Amyda cartilagineaBBKSDA Jatimlabi-labi tempurung lunakPulau Bawean

Editor

Next Post
Burung gosong kaki merah dari Pulau Saobi. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Mengenal Si Gosong Kaki Merah dari Cagar Alam Pulau Saobi

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media