Informasi yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dari BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, kata Muhari, masyarakat di Desa Simalegi masih semuanya mengungsi. Sedangkan dari warga di Desa Sigapona, Siberut Barat, sebagian warganya masih mengungsi.
“Demikian juga yang terjadi di Desa Sikabaluan, Kecamatan Siberut Utara, kemudian Kecamatan Siberut Barat, sebagian warga juga masih mengungsi,” sebutnya.
Muhari menjelaskan, BPBD di beberapa daerah masih melakukan pendataan dan pemantauan di wilayahnya. BPBD di Provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara melaporkan warganya telah kembali ke rumah masing-masing.
Baca Juga: Pengelolaan Limbah Radioaktif Borehole Disposal Harus Aman dan Tak Bocor
“BPBD Kota Padang dan Kabupaten Agam di Sumatera Barat, yang menyebutkan warganya telah kembali ke rumah. Hal yang sama juga diinformasikan BPBD Kabupaten Nias Selatan di Sumatera Utara,” kata Muhari.
BNPB menyebutkan, gempa dirasakan kuat dengan durasi tiga hingga lima detik di tujuh kabupaten dan kota di Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Di Provinsi Sumatera Barat gempa dirasakan kuat di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kota Padang, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam.
Baca Juga: Walhi: Tak Ada Prioritas Keselamatan Lingkungan dalam RPJMN 2005-2025
Sedangkan di wilayah Provinsi Sumatera Utara, gempa dirasakan kuat di wilayah Kabupaten Nias, Nias Selatan, dan Kota Gunung Sitoli
“Hingga kini, BNPB terus melakukan koordinasi dan pemantauan pasca-gempa Mentawai,” kata Muhari. [WLC01]
Sumber: Inatews BMKG
Discussion about this post