Selasa, 7 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Libur Lebaran: Anak-anak Tak Perlu Tes Antigen, Masyarakat Diimbau Tak ke Luar Negeri

Selasa, 19 April 2022
A A
Ilustrasi anak melakukan vakansi. Foto Bob_Dmyt/pixabay.com.

Ilustrasi anak melakukan vakansi. Foto Bob_Dmyt/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah Indonesia mensyaratkan vaksinasi booster bagi para pemudik yang akan pulang kampung saat libur Lebaran 2022. Artinya, jika pemudik sudah mendapatkan vaksinasi booster, maka tidak perlu melakukan tes Antigen atau pun PCR lagi untuk bisa mengakses alat transportasi untuk mudik.

Lantas bagaimana dengan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun? Mengingat vaksinasi booster yang diperuntukkan bagi usia di atas 18 tahun.

“Akhirnya diputuskan Presiden, bahwa anak-anak, remaja kalau mau mudik belum dibooster enggak apa-apa, enggak usah tes Antigen,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dilansir di laman presidenri.go.id, Senin, 18 April 2022.

Baca Juga: Gempa Susulan Halmahera Utara

Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah memperhatikan dinamika yang terjadi di masyarakat terkait kebijakan vaksin penguat (booster) sebagai salah satu syarat mudik.

“Jadi anak-anak bisa mendampingi orang tuanya untuk mudik tanpa perlu tes PCR atau Antigen, asal vaksinasinya sudah dua kali,” imbuh Budi.

Sementara program vaksinasi nasional oleh pemerintah bekerja sama dengan TNI, Polri, BIN, dan pemerintah daerah telah menunjukkan hampir 200 juta masyarakat Indonesia telah mendapat suntikan vaksin dalam kurun waktu 15 bulan. Dari 392 juta dosis vaksin diberikan kepada 198 juta masyarakat Indonesia.

“Ini pencapaian yang luar biasa,” kata Budi.

Baca Juga: Ekosistem Pesisir Lebih Potensial Atasi Emisi Karbon

Sementara hasil penelitian antibodi tubuh terhadap virus (Sero survei) oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghasilkan data, bahwa antibodi masyarakat Indonesia meningkat menjadi 99,2 persen. Hasil penelitian itu digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan dalam menghadapi Lebaran 2022 di tengah pandemi Covid-19.

“Kadar antibodi masyarakat Indonesia naik menjadi 99,2 persen. Artinya, 99,2 persen dari populasi masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi. Bisa berasal dari vaksinasi maupun dari infeksi,” ujar Budi.

Penelitian Sero Survei telah berlangsung sejak Desember 2021 yang sekaligus pengukuran titer antibodi masyarakat. Saat itu, ordenya masih di angka ratusan, titer antibodinya sekitar 500-600. Sedangkan pada Maret 2022, ordenya sudah di angka ribuan atau sekitar 7.000-8.000.

“Artinya, bukan hanya banyak masyakarat yang sudah memiliki antibodi, tetapi kadar antibodinya juga tinggi,” tutur Budi.

Baca Juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Meletus

Pemerintah meyakini, tingginya titer antibodi dapat mengurangi risiko dari dampak negatif yang ditimbulkan dari perjalanan mudik Lebaran. Apabila diserang virus, daya tahan tubuh bisa cepat menghadapi sekaligus mengurangi risiko untuk masuk rumah sakit, apalagi risiko untuk wafat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: anak-anakCovid-19libur LebaranPPLNtiter antibodivaksinasi booster

Editor

Next Post
Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.id

Kematian 2 Gajah Sumatera di Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Ilustrasi forest healing. Foto Pexels/Pixabay.com.Healing Forest Tak Bisa Sembarangan, Apa Syaratnya?
    In Traveling
    Minggu, 28 Juni 2026
  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Rob mengepung rumah nelayan di pesisir utara Jawa Tengah. Foto Iven Sumardiyantoro/peneliti independen.Pembangunan Abaikan Krisis Iklim Mengancam Hak Generasi Anak-anak Pesisir
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media