Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Limbah Nikel dan Abu PLTU untuk Bahan Bangun Infrastruktur

Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada material alam yang biayanya semakin mahal.

Selasa, 2 September 2025
A A
Timbunan abu hasil pembakaran batubara salah satu PLTU di Sumatra Barat. Foto Dok. F. Anggara/ugrg.ft.ugm.ac.id.

Timbunan abu hasil pembakaran batubara salah satu PLTU di Sumatra Barat. Foto Dok. F. Anggara/ugrg.ft.ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: KLB Campak, Perluas Vaksinasi karena Risiko Penularan terhadap Anak Lebih Besar

“Kami melihat ada peluang besar memanfaatkan limbah ini untuk mendukung pembangunan berkelanjutan desa,” kata anggota tim KKN, Ayu Afdha Fadia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memadukan pendekatan inovatif dan teknologi tepat guna. Mereka mengombinasikan abu terbang dan abu dasar dengan semen, pasir, serta kerikil untuk menghasilkan campuran yang kuat dan sesuai standar.

Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada material alam yang biayanya semakin mahal.

Baca juga: Walhi Desak Pemerintah dan DPR Minta Maaf secara Terbuka kepada Korban Represi Polisi

“Teknologi tepat guna ini jadi solusi baru yang bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelas Aisha Razita Khairani, mahasiswa Sekolah Vokasi UGM.

Program ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan mitra eksternal. Keterbatasan sumber daya di lapangan diatasi dengan mengedepankan semangat gotong royong warga yang ikut aktif dalam setiap proses pembangunan. Dukungan PLTU berupa material dan pendampingan teknis turut memperkuat keyakinan bahwa program dapat dilanjutkan secara berkelanjutan.

“Masyarakat ikut terlibat langsung mulai dari kerja bakti hingga proses pengecoran jalan,” tambah Aisha.

Baca juga: Ahmad Fauzi, Kerusakan Lingkungan Akibat Tata Kelola Kebijakan SDA Tak Matang

Manfaat nyata mulai dirasakan setelah program berjalan. Jalan desa sepanjang kurang lebih 600 hingga 1.000 meter berhasil diperbaiki sehingga mobilitas warga jauh lebih lancar. Kondisi ini juga berdampak positif pada aktivitas ekonomi karena pedagang, petani, dan pelajar dapat lebih mudah mengakses berbagai tujuan.

“Banyak pelaku ekonomi seperti pedagang, petani, hingga pelajar kini lebih mudah bermobilitas,” tutur Vivi Aryanti, mahasiswa anggota tim. [WLC02]

Sumber: BRIN, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Abu PLTUBRINFABAlimbah nikelTim KKN PPM UGM

Editor

Next Post
Guru Besar Bidang Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Raden Wisnu Nurcahyo. Foto conference.polije.ac.id.

Raden Wisnu, Perdagangan Orangutan karena Alasan Ekonomi hingga Hutan Primer Berkurang

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media