Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lokasi Huntap Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-laki Dikaji Tak Jauh dari Kebun Warga

Senin, 25 November 2024
A A
Kepala BNPB Suharyanto melihat denah rencana lokasi huntap terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki, 24 November 2024. Foto Dok. BNPB.

Kepala BNPB Suharyanto melihat denah rencana lokasi huntap terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki, 24 November 2024. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rombongan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno melihat langsung lokasi pembangunan huntara dan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 24 November 2024.

“Masyarakat yang dalam radius berbahaya sedang dipersiapkan tempat untuk relokasi,” kata Pratikno dalam rapat koordinasi peninjauan perkembangan penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kantor Bupati Flores Timur sebelum peninjauan, Minggu, 24 November 2024.

Pembangunan huntap memerlukan proses cukup matang. Sebab pemerintah tidak bisa membangun tanpa ada kajian terkait keamanan dari potensi terdampak erupsi kemudian hari. Tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan. Dengan demikian, sisi sosial dan sumber ekonomi masyarakat menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga: KPA Ingatkan Rencana Reforestasi 12 Juta Ha Berpotensi Langgengkan Konflik Agraria

“Kami jangan menjauhkan warga dari kebunnya, kalau bisa kebunnya lebih dekat dijangkau dari huntap. Masih perdalam (dikaji) lagi, kami menjaga betul agar pindah ini justru meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” papar Pratikno.

Sembari menunggu pembangunan huntap yang tengah dalam kajian, pemerintah menyiapkan huntara. Berdasarkan data sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyiapkan 442 unit hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Jumlah huntara tersebut dapat digunakan lebih dari 2.000 kepala keluarga. Huntara dibangun dengan tipe kopel 5, artinya satu unit hunian sementara terdiri dari lima KK.

“Di bawah kendali Kepala BNPB, sudah mulai dibangun hunian sementara. Dalam waktu dua bulan ke depan huntara sudah jadi,” ucap Pratikno .

Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Hingga April 2025

Mediasi dengan masyarakat adat

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan, semua lokasi yang akan dijadikan huntap masih terus dilakukan perencanaan yang matang. Sebab lahan yang akan dijadikan relokasi berasal dari bermacam kepemilikan. Ada yang menggunakan kawasan hutan lindung, hibah dari masyaraka t dan adat.

“Untuk tanah adat, besok dalam proses mediasi. Ada juga tanah yang sudah diserahkan pemilik, sehingga harus jelas. Masyarakat mau relokasi terpusat (yang ditetapkan), tidak ada penolakan,” kata Suharyanto.

Bahkan ada juga sebagian masyarakat yang mau relokasi mandiri. Menurut Suharyanto, pilihan itu menunjukkan masyarakat menyadari kalau tinggal di tempat yang lama (terdampak erupsi sebelumnya) itu berbahaya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung Lewotobi Laki-lakihunian sementarahunian tetaphutan lindungKabupaten Flores Timurtanah adat

Editor

Next Post
Tim SAR gabung mengevakuasi korban tewas dalam bencana longsor di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Foto Istimewa.

Longsor di Desa Semangat Gunung Kabupaten Karo 10 Korban Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media