Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Hari Jadi ke-173, Kebun Raya Cibodas Menambah Koleksi Pohon Pinus

Senin, 14 April 2025
A A
Penanaman pohon Pinus merkusii di Kebun Raya Cibodas, Bogor, 11 April 2025. Foto Dok. BRIN.

Penanaman pohon Pinus merkusii di Kebun Raya Cibodas, Bogor, 11 April 2025. Foto Dok. BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kebun Raya Cibodas sudah berumur 173 tahun. Perkembangannya terus menunjukkan eksistensi dalam melestarikan tumbuhan, baik dari Indonesia maupun mancanegara secara ex-situ. Hingga saat ini, kebun raya di Bogor, Jawa Barat ini memiliki kekayaan koleksi tumbuhan yang mencangkup 209 suku, 948 marga, 2.386 jenis, dan 12.516 spesimen.

Sebagian kekayaan koleksi itu masuk dalam daftar “Red List” dari International Union for Conservation of Nature (IUCN), yaitu daftar klasifikasi spesies secara global berdasarkan tingkat risiko kepunahan. Status yang tercatat dari daftar tersebut di antaranya 14 Critically Endangered (CR), 52 Endangered (EN), dan 47 Vulnerable (VU).

Untuk memperingati hari jadinya dilakukan penanaman tiga spesimen tanaman Pinus merkusii Jungh & de Vriese di Kawasan Konservasi Ilmiah (KKI) Kebun Raya Cibodas, Jumat, 11 April 2025. Pinus merkusii dipilih karena merupakan tumbuhan asli Indonesia dan berstatus Vulnerable (Rentan) dalam daftar Red List International Union for Conservation of Nature (IUCN).

Baca juga: Fahutan IPB University Kerja Sama dengan Kyoto University Atasi Masalah Gambut

“Juga untuk menambah koleksi Pinus, mengingat tanaman ini berasal dari daerah pegunungan. Saya berharap langkah kecil ini dapat berkontribusi dalam memperkuat pelestarian tanaman langka Indonesia,” jelas Kurator Hayati Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah (DPKI), Agus Suhatman.

Saat ini, KKI Kebun Raya Cibodas memiliki 15 jenis tanaman pinus dari total 29 spesimen, termasuk tiga spesimen yang ditanam. Kebunraya ini juga merupakan bagian dari pengelolaan KKI Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINInternational Union for Conservation of Naturekeanekaragaman hayatiKebun Raya CibodasPinus merkusii

Editor

Next Post
Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Sudrajat. Foto Dok. IPB University.

Sudrajat, Dorong Petani Punya Saham Industri Kelapa agar Dapat Nilai Tambah

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media