Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

KPA Ingatkan Rencana Reforestasi 12 Juta Ha Berpotensi Langgengkan Konflik Agraria

Jangan sampai lokasi-lokasi tersebut justru menyasar pemukiman, tanah garapan dan desa-desa yang selama ini diklaim secara sepihak sebagai kawasan hutan.

Minggu, 24 November 2024
A A
Utusan Khusus Presiden, Hashim S. Djokohadikusumo diapit MenLH Hanif Faisol Nurofiq dan Menhut Raja Juli Antoni. Foto PPID KLHK.

Utusan Khusus Presiden, Hashim S. Djokohadikusumo diapit MenLH Hanif Faisol Nurofiq dan Menhut Raja Juli Antoni. Foto PPID KLHK.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menyampaikan akan menyiapkan peta jalan (road map) dan perencanaan strategis (strategic planning) mengenai reforestasi 12 juta hektare, Kamis, 14 November 2024. Langkah tersebut untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan melalui pidato Utusan Khusus Presiden, Hashim S. Djokohadikusumo di COP 29, Baku, Azerbaijan.

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengingatkan, bahwa rencana ini berpotensi menyebabkan penggusuran dan melanggengkan konflik agraria apabila tidak dijalankan secara matang dan penuh kehati-hatian. Terutama tanah-tanah, pemukiman masyarakat dan desa yang selama ini tumpang-tindih dengan klaim kawasan hutan.

“Perlu prinsip keterbukaan dan melibatkan partisipasi masyarakat dalam menjalankan kebijakan ini. Mana lokasi dan kawasan hutan yang dijadikan program reforestasi. Jangan sampai lokasi-lokasi tersebut justru menyasar pemukiman, tanah garapan dan desa-desa yang selama ini diklaim secara sepihak sebagai kawasan hutan,” papar Sekretaris Jendral, Dewi Kartika mengingatkan dalam siaran tertulis tertanggal 21 November 2024.

Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor di Karo dan Banjir Bandang di Deli Serdang Berlangsung

Apalagi melihat pendekatan pemerintah yang selama yang sangat legal formal dan minus partisipasi masyarakat karena dijalankan dari atas ke bawah (top-down).

Berdasarkan data BPS, hingga tahun 2023 terdapat 2.768 desa yang dinyatakan berada dalam kawasan hutan. Kenyataan ini adalah dampak dari kebijakan pemerintah yang masih menggunakan ajaran Hukum Kolonial, yakni azas domain verklaring. Bahwa setiap wilayah yang tidak dapat dibuktikan kepemilikannya adalah milik negara.

Penerapan azas ini melalui pengukuhan ‘hutan negara’ yang berlaku sejak UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang merupakan pengganti dari UU Pokok Kehutanan Nomor 5 Tahun 1967. Penerapan tersebut telah mengakibatkan pertentangan klaim antara penduduk desa dan pemerintah yang berujung pada konflik agraria.

Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Hingga April 2025

Periode 2015-2023, KPA mencatat sedikitnya terjadi 213 letusan konflik agraria akibat klaim kawasan hutan. Konflik tersebut terjadi di atas tanah seluas 1,7 hektar dengan korban 81 ribu rumah tangga. Akibatnya, pemerintah desa dan penduduk desa tidak dapat mengakses dana pembangunaan dan kehilangan hak-hak dasar mereka. Tidak mengherankan desa-desa yang berada dalam klaim kawasan hutan tersebut merupakan kantong-kantong kemiskinan.

KPA sejak 2016 juga telah mengusulkan sebanyak 589 desa dengan luas 1,2 juta hektar sebagai Lokasi Prioritas Reforma Agraria (LPRA). Desa-desa tersebut selama ini diklaim secara sepihak sebagai ‘kawasan hutan’ oleh pemerintah.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: konflik agrariaKonsorsium Pembaruan AgrariaLokasi Prioritas Reforma Agrariareforestasi

Editor

Next Post
Kepala BNPB Suharyanto melihat denah rencana lokasi huntap terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki, 24 November 2024. Foto Dok. BNPB.

Lokasi Huntap Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-laki Dikaji Tak Jauh dari Kebun Warga

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media