Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Lokasi Huntap Terdampak Erupsi Lewotobi Laki-laki Dikaji Tak Jauh dari Kebun Warga

Senin, 25 November 2024
A A
Kepala BNPB Suharyanto melihat denah rencana lokasi huntap terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki, 24 November 2024. Foto Dok. BNPB.

Kepala BNPB Suharyanto melihat denah rencana lokasi huntap terdampak erupsi Lewotobi Laki-laki, 24 November 2024. Foto Dok. BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rombongan Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno melihat langsung lokasi pembangunan huntara dan lokasi pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Minggu, 24 November 2024.

“Masyarakat yang dalam radius berbahaya sedang dipersiapkan tempat untuk relokasi,” kata Pratikno dalam rapat koordinasi peninjauan perkembangan penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kantor Bupati Flores Timur sebelum peninjauan, Minggu, 24 November 2024.

Pembangunan huntap memerlukan proses cukup matang. Sebab pemerintah tidak bisa membangun tanpa ada kajian terkait keamanan dari potensi terdampak erupsi kemudian hari. Tidak hanya membangun rumah, tapi membangun kehidupan. Dengan demikian, sisi sosial dan sumber ekonomi masyarakat menjadi pertimbangan penting.

Baca Juga: KPA Ingatkan Rencana Reforestasi 12 Juta Ha Berpotensi Langgengkan Konflik Agraria

“Kami jangan menjauhkan warga dari kebunnya, kalau bisa kebunnya lebih dekat dijangkau dari huntap. Masih perdalam (dikaji) lagi, kami menjaga betul agar pindah ini justru meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” papar Pratikno.

Sembari menunggu pembangunan huntap yang tengah dalam kajian, pemerintah menyiapkan huntara. Berdasarkan data sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyiapkan 442 unit hunian sementara (huntara) untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Jumlah huntara tersebut dapat digunakan lebih dari 2.000 kepala keluarga. Huntara dibangun dengan tipe kopel 5, artinya satu unit hunian sementara terdiri dari lima KK.

“Di bawah kendali Kepala BNPB, sudah mulai dibangun hunian sementara. Dalam waktu dua bulan ke depan huntara sudah jadi,” ucap Pratikno .

Baca Juga: Waspada Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Hingga April 2025

Mediasi dengan masyarakat adat

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menambahkan, semua lokasi yang akan dijadikan huntap masih terus dilakukan perencanaan yang matang. Sebab lahan yang akan dijadikan relokasi berasal dari bermacam kepemilikan. Ada yang menggunakan kawasan hutan lindung, hibah dari masyaraka t dan adat.

“Untuk tanah adat, besok dalam proses mediasi. Ada juga tanah yang sudah diserahkan pemilik, sehingga harus jelas. Masyarakat mau relokasi terpusat (yang ditetapkan), tidak ada penolakan,” kata Suharyanto.

Bahkan ada juga sebagian masyarakat yang mau relokasi mandiri. Menurut Suharyanto, pilihan itu menunjukkan masyarakat menyadari kalau tinggal di tempat yang lama (terdampak erupsi sebelumnya) itu berbahaya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Gunung Lewotobi Laki-lakihunian sementarahunian tetaphutan lindungKabupaten Flores Timurtanah adat

Editor

Next Post
Tim SAR gabung mengevakuasi korban tewas dalam bencana longsor di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Foto Istimewa.

Longsor di Desa Semangat Gunung Kabupaten Karo 10 Korban Tewas

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media