Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Longsor Tambang Gunung Kuda, Potensi Gerakan Tanah di Wilayah Cirebon Tinggi

Minggu, 1 Juni 2025
A A
Lokasi longsor tambang galian C di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang terjadi pada 30 Mei 2025. Foto Dok. Kementerian ESDM.
Share on FacebookShare on Twitter

Sementara tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan yang terdiri dari BPBD Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga kembali menemukan dan mengevakuasi lima jenazah korban longsor. Hingga Minggu, 1 Juni 2025, jumlah korban tewas yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi 19 jiwa yang semuanya dari Cirebon.

Baca juga: Tambang Galian C Gunung Kuda Cirebon Longsor, 10 Orang Tewas Tertimbun

Dimulai per pukul 16.36 WIB, Sabtu, 31 Mei 2025, ada tiga korban tewas dari 11 korban yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Ketiga korban adalah Sakira Bin Jumair, 40 tahun dan Sanadi Bin Darya, 45 tahun, keduanya dari Desa Cikeusal, Kecamatan Palimanan. Serta Sunadi, 31 tahun, asal Desa Girinata, Kecamatan Dukupuntang.

Kemudian pada 1 Juni 2025, pukul 16.36 WIB, Tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban. Tim berhasil mengevakuasi 2 korban dari 8 warga yang terdata dan dilaporkan hilang oleh keluarganya.

Mereka adalah Nalo Sanjaya, 53 tahun, asal Kelurahan Kedongdong Kidul dan Wahyu Galih, 26 tahun, asal Kelurahan Cipanas, yang keduanya di Kecamatan Dukupuntang.

Baca juga: Buku Liputan Investigasi 14 Jurnalis Soal Proyek PSN Tiga Daerah Diluncurkan

Sementara enam warga masih dalam pencarian tim. Operasi pencarian dan penyelamatan korban menjadi prioritas penanganan darurat saat ini. Sedangkan kerugian materiil tercatat berupa 4 unit alat berat ekskavator dan 7 unit mobil truk karena tertimbun longsor.

BNPB mengimbau warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Terutama bagi para Tim SAR gabungan yang sedang melakukan operasi pencarian dan pertolongan untuk tetap memprioritaskan keselamatan mengingat masih berpotensi terjadi bencana susulan.

Sementara bagi warga yang tinggal di dekat lereng tebing dan pinggir sungai, diminta untuk memantau secara berkala kondisi tanah yang ada di sekitar rumah dan debit air disekitar aliran sungai. Warga juga diminta melakukan evakuasi mandiri jika terjadi hujan terus menerus selama dua jam atau lebih. [WLC02]

Sumber: Kementerian ESDM, BNPB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBgerakan tanahKabupaten Cirebonlongsor tambang Gunung Kudatambang galian C

Editor

Next Post
Kebun Raya Sriwijaya di Sumatera Selatan. Foto Dok. KRS.

Kebun Raya Sriwijaya Menuju Laboratorium Hidup Ekologi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media