Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, BNPB juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.
Di provinsi terdampak banjir dan longsor Sumatra, BNPB menyiagakan masing-masing satu unit pesawat. Base operasi OMC Sumatra antara lain Lanud Sultan Iskandar Muda (Aceh), Bandara Kualanamu (Medan), dan Bandara Internasional Minangkabau (Padang).
Baca juga: Gugatan KLH Berpotensi Gagal, Walhi Desak Indonesia Punya Pengadilan Lingkungan
Sementara untuk operasi penanganan darurat Jawa Tengah, dua unit pesawat Carravan dengan base operasi di Lanud Ahmad Yani Semarang.
Operasi modifikasi cuaca di wilayah tersebut merupakan operasi pengeringan wilayah terdampak banjir dan longsor untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana. Baik perbaikan tanggul, pembersihan lingkungan, dan pembangunan huntara.
Peringatan dini cuaca dasarian dua dan tiga Januari 2026
Berdasarkan rilis BMKG, pada dasarian tiga Januari, hujan akan terjadi cukup merata di beberapa daerah di Indonesia. Wilayah yang diprediksi akan dominan mengalami hujan pada kategori Menengah (50-150 mm per dasarian) meliputi Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Sementara wilayah yang akan mengalami hujan kategori tinggi (150-300 mm per dasarian) antara lain Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Baca juga: Baleg DPR Pertanyakan Keseriusan Politik Hukum Pembahasan RUU Masyarakat Adat
Peringatan curah hujan dengan kategori sangat tinggi (lebih dari 300 mm per dasarian) antara lain di Maros, Sulawesi Selatan.
“Masyarakat diminta untuk memperhatikan prakiraan cuaca harian sebelum beraktivitas dan juga peringatan dini cuaca ekstrem melalui sumber yang terpercaya,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari dalam siaran tertulis, Sabtu, 24 Januari 2026.
Untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir, hendaknya meningkatkan kesiapsiagaan dengan menyimpan barang berharga di tempat yang lebih aman, menyiapkan tas siaga bencana, dan menentukan titik evakuasi keluarga.
Sedangkan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng atau tebing yang berisiko longsor hendaknya meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi dinilai tidak aman. [WLC02]






Discussion about this post