Senin, 26 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Gugatan KLH Berpotensi Gagal, Walhi Desak Indonesia Punya Pengadilan Lingkungan

Kamis, 22 Januari 2026
A A
KLH/BPLH menggelar konferensi pers soal gugatan terhadap 6 perusahaan perusak lingkungan, 15 Januari 2026. Foto KLH/BPLH.

KLH/BPLH menggelar konferensi pers soal gugatan terhadap 6 perusahaan perusak lingkungan, 15 Januari 2026. Foto KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui pernyataan resminya telah mengajukan gugatan terhadap enam korporasi, yakni PT NSHE, PT AR, PT TPL, PT PN, PT MST, dan PT TBS, buntut dari kerusakan lingkungan yang mengakibatkan bencana Sumatra. Gugatan ini diklaim KLH bentuk tanggung jawab negara atas kerusakan yang telah ditimbulkan oleh korporasi, sejalan amant Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 (UU PPLH).

Bagi Wahana Lingkungan hidup (Walhi), gugatan ini bukan bentuk tanggung jawab negara. Justru berpotensi mengulang kegagalan gugatan sebelumnya karena eksekusi putusan dulit dilakukan dan ketidakjelasan penggunaan uang ganti rugi korporasi.

Kesulitan penegakan hukum dinilai Walhi pertanda dari problem birokrasi dan lemahnya komitmen penegak hukum, serta mencirikan adanya problem struktural.

“Selama ini negara belum serius dalam menegakkan hukum lingkungan,” ucap Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Boy Jerry Even Sembiring.

Baca juga: Baleg DPR Pertanyakan Keseriusan Politik Hukum Pembahasan RUU Masyarakat Adat

Hal ini tercermin dari tidak adanya pengadilan khusus lingkungan, seperti di India (National Green Tribunal). Akibatnya, banyak kasus lingkungan yang direduksi hanya menjadi urusan ganti-rugi saja.

Walhi mencatat selama periode 2015 sampai 2022, KLH (sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) telah melakukan 31 kali gugatan. Sebanyak 21 di antaranya telah diputuskan pengadilan.

Dalam putusan tersebut, total ganti rugi atas kerusakan nilainya mencapai Rp20,79 triliun, namun yang telah dibayarkan belum mencapai setengah dari denda tersebut. Selama periode itu, KLH mengaku kesulitan untuk mengeksekusinya karena mekanisme perdata tidak memiliki daya paksa.

Selain itu, ganti kerugian berupa uang denda, terutama yang telah dibayarkan, tidak jelas pemanfaatannya. Sebab peruntukan dana tersebut belum pernah dilaporkan kepada publik.

Baca juga: Catatan Walhi, RUU Pengelolaan Perubahan Iklim versi Pemerintah Lebih Pro Pasar

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: KLH/BPLHNational Green TribunalPengadilan LingkunganUU PPLHWalhi

Editor

Next Post
Dosen Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata IPB University, Arzyana Sunkar. Foto IPB TV/youtube.

Arzyana Sunkar, Peran Perempuan dalam Gerakan Konservasi Berkelanjutan Tak Diakui

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media