Sekitar tiga puluh menit sebelumnya, gempa dangkal dengan kekuatan 5,4 magnitudo mengguncang wialyah Selatan Cilacap, Jawa Tengah. Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menguraikan, gempa tektonik yang mengguncang wilayah Selatan Cilacap, Jawa Tengah, terjadi pukul 22.10 WIB.
Hasil analisis BMKG, kata Daryono, gempa memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3. Episenter gempa terletak pada koordinat 9,21 derajat Lintang Selatan, 108,58 derajat Bujur Timur, epatnya berlokasi di laut pada jarak 148 kilometer arah barat daya Cilacap, Jawa Tengah, pada kedalaman 31 kilometer.
Baca Juga: Penting, Pertolongan Pertama Psikologi Penyintas Pasca Bencana
“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia yang menujam di bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Daryono, Minggu malam.
Ditegaskannya, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
Sedangkan dampak gempa Cilacap dirasakan di daerah Cilacap, Kebumen, Garut Selatan, dan Tasikmalaya dengan skala intensitas II hingga III MMI. Untuk daerah Pangandaran gempa Cilacap dirasakan dengan skala intensitas I-II MMI. Skala II MMI yakni, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Baca Juga: Fans Kpop Ajak Pemimpin Dunia Komitmen Lindungi Hutan, Bukan Memusnahkan
Daryono mengungkaplkan, hingga pukul 22.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masayrakat dimita agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. [WLC01]
Sumber: Inatews BMKG
Discussion about this post