Cara paling efektif
Terkait efektivitas konsumsi oral atau topikal, Nuri menyebut keduanya saling melengkapi.
“Kombinasi ideal adalah asupan dari dalam untuk proteksi sistemik dan topikal untuk perlindungan lokal di permukaan kulit,” kata dia.
Baca juga: Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur dengan Bioaktivator
Perbaikan kulit melalui asupan pangan bersifat bertahap dan jangka panjang karena bekerja dari dalam sel, terutama di lapisan dermis dan epidermis. Sementara produk topikal bekerja lebih cepat di permukaan kulit, tetapi efeknya sementara dan perlu pemakaian rutin untuk mempertahankan fungsi pelindung kulit.
Di balik manfaat tersebut, Nuri mengingatkan batas konsumsi. Matcha mengandung serat tidak larut dalam jumlah cukup tinggi karena dikonsumsi sebagai bubuk daun utuh.
“Jika dikonsumsi berlebihan dan tanpa cukup cairan, dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti sembelit. Dalam kasus ekstrem, pada individu tertentu, bisa memicu masalah pada saluran cerna. Sebaiknya, konsumsi tetap perlu wajar dan tidak terjebak klaim berlebihan.
“Matcha bisa menjadi bagian pola makan seimbang, tetapi bukan solusi instan untuk kulit glowing,” tutupnya. [WLC02]
Sumber: IPB University






Discussion about this post