Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Material Banjir di Humbahas adalah Longsoran Tipe Rock Fall

Banjir bandang dan longsor yang terjadi di Kabupaten Humbang Hasundutan akibat curah hujan tinggi, sementara kapasitas sungai kecil.

Jumat, 8 Desember 2023
A A
Penampakan Humbahas pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Foto ppid.menlhk.go.id.

Penampakan Humbahas pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Foto ppid.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Yang sering terjadi, pemicu banjir bandang adalah longsor. Kalau ditemukan sumbatan di lokasi, masyarakat bisa segera digerakkan untuk membersihkan. Jika aliran lancar kembali, maka risiko banjir bandang akan hilang,” terang Agus dalam jumpa pers di Gedung Pusat UGM pada 6 Desember 2023.

Sungai berukuran kecil dan menengah di daerah berbukit dengan tebing yang terjal memiliki risiko longsor dan banjir bandang yang lebih tinggi dibandingkan dengan sungai-sungai besar. Di samping itu, risiko banjir bandang juga lebih tinggi di sungai di mana banjir bandang pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Inilah Aktivitas Vulkanik Gunung Api di Indonesia yang Meningkat

Menurut Agus, kegiatan susur dan periksa sungai perlu dilakukan, terutama di sungai-sungai yang melewati pemukiman atau perkampungan. Aktivitas ini dilakukan secara bergotong royong antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.

“Masyarakat diajak dan hasilnya didiskusikan dengan masyarakat agar mereka paham dan merasa memiliki sungai tersebut. Jika tidak ada banjir bandang, maka masyarakat sejahtera dan dapat memanfaatkan sungai untuk wisata, perikanan, hingga pertanian,” papar Agus.

Di Yogyakarta sendiri, lanjut dia, risiko banjir bandang ditemukan di sejumlah sungai, termasuk Sungai Code. Ia pun mengapresiasi keberadaan berbagai komunitas sungai yang turut berkontribusi mengedukasi dan menggerakkan masyarakat untuk menjaga lingkungan sungai dan mengantisipasi berbagai risiko permasalahan.

Baca Juga: Kode Penerbangan Berwarna Merah Saat Gunung Marapi Meletus

Kepala Pusat Studi Bencana UGM, Dr. M. Anggri Setiawan menambahkan, pemerintah sebenarnya cukup hadir dalam mitigasi bencana hidrometeorologi dengan berbagai peraturan perundang-undangan maupun kelembagaan.

“Negara kita secara sistem sebetulnya sudah baik, semua sudah ada bagiannya. Yang perlu dioptimalkan adalah aksi antisipasi, yang saat ini juga sedang digalakkan di tingkat internasional dan di tingkat nasional sedang dirumuskan pedomannya,” terang Anggri.

Pergantian musim menjadi momen baik untuk menambah literasi masyarakat terkait fenomena bencana hidrometeorologi yang menurutnya relatif bisa diprediksi dengan berbagai metode. Dengan sinergi yang baik antara berbagai pemangku kepentingan, risiko bencana dapat diantisipasi dan dampaknya bisa diminimalkan.

“Bencana bisa ditangani secara pentahelix. Mari didorong aksi antisipasi dengan menyajikan contoh sukses untuk melengkapi manajemen bencana yang sudah ada,” kata Anggri. [WLC02]

Sumber: PPID KLHK, UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir BandangBanjir Bandang HumbahasBanjir dan Longsordaerah aliran sungaiKabupaten Humbang Hasundutansusur sungai

Editor

Next Post
Satgas Gakkum KLHK akan terapkan keadilan restoratif.Foto Dok. PPID KLHK.

Gakkum KLHK Terapkan Keadilan Restoratif untuk Perusak Lingkungan Hidup

Discussion about this post

TERKINI

  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
  • Dampak karhutla, wilayah Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, diselimuti kabut asap pada Kamis, 8 Oktober 2026. Foto BNPB.Respons Protes Negara Jiran Dampak Karhutla, Prabowo Perintahkan Penanganan Optimal
    In Bencana
    Selasa, 13 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media