Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Max, orangutan kalimantan di Suaka Margasatwa Lamandau kembali melahirkan bayi betina. Mely, nama bayinya merupakan orangutan ke-100 yang lahir di SM Lamandau sekaligus yang lahir pertama pada 2022.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Seekor bayi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang ke-100 lahir di Suaka Margasatwa Lamandau (SML), Kalimantan Tengah pada 4 Januari 2022 lalu. Bayi orangutan berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Mely itu sekaligus bayi orangutan pertama yang lahir pada 2022 di sana. Kelahirannya diketahui setelah Kepala Resort SM Lamandau, Sugih Trianto melihat induknya, Max membawanya ke Camp Gemini sekitar pukul 15.21.

Dua hari kemudian, Sugih bersama staf Orangutan Foundation – United Kingdom (OF-UK) melakukan pemantauan di Camp Gemini. Mereka melihat Max sedang menggendong dan mencium Mely. Hingga saat ini, Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalteng dan Staf Lapangan OF-UK Indonesia masih memantau perkembangan kondisi Max dan bayinya hingga beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Kehamilan Max sudah terpantau sejak Desember 2021. Sebelumnya, Max juga pernah melahirkan bayi betina diberi nama Monti pada 2018. Max adalah orangutan yang berasal dari Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) pada 2003.

Berdasarkan data SM Lamandau, sejak 2003 hingga Januari 2022 telah lahir 100 bayi orangutan di area soft release di sana. Menurut Kepala Balai KSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan, jumlah kelahiran di area soft release yang terus bertambah menandakan area itu cukup representatif dan animal welfare memadai. Selama pandemi Covid-19 telah lahir 7 bayi orangutan pada 2020, 4 bayi pada 2021, dan 1 bayi pada Januari 2022.

Baca Juga: Ada Elang Caraka dan SPORC untuk Amankan Hutan, Begini Cara Kerjanya

Nur mengatakan pihaknya dan OF-UK Indonesia akan selalu memantau secara intensif kesehatan orangutan yang ada di Lamandau. Terutama orangutan yang terpantau sedang hamil agar kesehatannya selalu terjaga, baik induk dan bayinya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai KSDA KaltengKonservasi orangutanMaxMelyorangutanOrangutan kalimantanPongo pygmaeusSuaka Margasatwa Lamandau

Editor

Next Post
Kerusakan dampak gempa Banten dengan kekuatan Magnitudo 6,6 yang terjadi di Selat Sunda, pada Jumat, 14 Januari 2022. Foto Dok BNPB.

Pemuktahiran Data Dampak Gempa Banten, 3.078 Rumah Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media