Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Bulan Mini yang Mengelilingi Bumi pada 25 dan 29 September 2024

Yang ditengarai ‘kembaran bulan’ adalah objek lain seperti asteroid yang terperangkap dalam gravitasi Bumi dan mengelilingi Bumi pada periode tertentu.

Rabu, 25 September 2024
A A
Asteroid di antara Bumi dan bulan. Foto BRIN.

Asteroid di antara Bumi dan bulan. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Fenomena yang disebut sebagai “bulan kembar” baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial, memunculkan berbagai spekulasi di kalangan netizen. Banyak yang mengira bahwa fenomena tersebut adalah kejadian astronomis langka yang memperlihatkan dua bulan di langit secara bersamaan.

Namun, Peneliti Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin menyebut istilah “bulan kembar” sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Sebab satelit alami Bumi yang dikenal sebagai bulan merupakan satu-satunya benda langit yang ukurannya besar dan dengan mata telanjang selalu terlihat mengelilingi Bumi.

Sementara yang ditengarai ‘kembaran bulan’ adalah objek lain seperti asteroid yang dapat terperangkap dalam gravitasi Bumi dan mengelilingi Bumi pada periode tertentu. Seperti salah satu fenomena yang menarik perhatian astronom adalah asteroid dengan kode “2024 PT5”.

Baca Juga: Tak Hanya Megathrust, Pakar Ingatkan Warga Waspada Sesar Aktif di Daratan

“Objek ini sering disebut sebagai bulan mini atau mini moon,” kata Thomas.

Thomas mengatakan bahwa asteroid ini akan tertangkap oleh gravitasi Bumi dari 29 September hingga 25 November 2024.

“Asteroid ini bukan bulan kedua, tetapi karena terjebak sementara dalam orbit Bumi. Beberapa media menyebutnya sebagai ‘bulan mini’,” jelas Thomas.

Baca Juga: Hutan Lindung Maratus di Kalimantan Selatan akan Dubah Jadi Taman Nasional

Asteroid 2024 PT5 berukuran sangat kecil, hanya sekitar 10 meter. Ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan bulan, sehingga tidak mungkin terlihat seperti bulan purnama yang dilihat di langit.

“Orbitnya juga tidak berbentuk lingkaran sempurna, melainkan akan sempat dan hanya sekali mengelilingi Bumi sebelum akhirnya lepas kembali ke orbit asalnya mengelilingi Matahari,” tambah Thomas.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 2024 PTSBRINbulan kembarbulan miniobjek langit

Editor

Next Post
Acara The 5th Regional Geoheritage Conference Symposium di Makasar, Sulawesi Selatan, 23 September 2024. Foto Kementerian ESDM.

Kementerian ESDM Janjikan Pengembangan Geopark untuk Konservasi Warisan Geologi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media