Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Makanan Khas Blitar Lewat Film “Legenda Kuliner Patria”

Berawal dari keresahan mahasiswa tingkat akhir ITS melihat masyarakat di kotanya, Blitar belum banyak yang mengenal kuliner khas di sana.

Senin, 13 Juni 2022
A A
Poster film "Legenda Kuliner Patria". Foto its.ac.id.

Poster film "Legenda Kuliner Patria". Foto its.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Film tidak hanya menjadi media untuk mengisahkan hiruk pikuk kisah manusia. Di tangan mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Masy’ Aril Aulia Firman Andrianto, sinematografi juga dijadikan media untuk mengisahkan kekayaan kuliner kotanya, Kota Patria alias Kota Blitar di Jawa Timur.

Melalui pendekatan sinematik, Aril menumpahkan keresahannya lantaran masyarakat lokal di kotanya belum mengenal keragaman kuliner kotanya. Padahal Blitar tak hanya dikenal dengan wisata sejarahnya, melainkan juga punya kekayaan cita rasa kuliner.

“Jadi tidak hanya menikmati sejarah kotanya saja, wisatawan yang mungkin berkunjung ke Blitar harusnya juga bisa mengenal dan menikmati kulinernya,” kata Aril.

Baca Juga: Subvarian Baru Omicron Masuk ke Indonesia, Pariwisata Tunggu 

Lahirlah film dokumenter yang diberi judul “Legenda Kuliner Patria” yang dirancang sejak awal 2021. Semula film yang diproduksi selama tujuh bulan itu untuk memenuhi tugas akhir kuliah mahasiswa Angkatan 2018 itu. Dalam film bergenre dokumenter itu, Aril mengangkat sejumlah kuliner khas Blitar, seperti ice drop, es pleret, dawet serabi, iwak kali, tahu bumbu lawu, dan wajik kletik. Tiap-tiap sajian kuliner ditampilkan dengan visualisasi yang lumayan detil mulai dari ciri tiap-tiap kuliner hingga cara memproduksinya. Bahkan filosofi yang sarat makna dari setiap kuliner juga ditampilkan.

Dalam karya film itu, Aril berperan sebagai produser, sutradara, sekaligus konseptor. Ia mengajak beberapa temannya yang terdiri dari beberapa siswa SMA binaannya di Blitar. Bersama mereka, Aril membentuk rumah produksi B-Roll Studio. Rumah produksi tersebut menjadi wadah baginya untuk membina dan mengembangkan kemampuan siswa binaannya.

Baca Juga: Kado Hari Laut Sedunia, Ribuan Telur Penyu Sisik Gagal Diselundupkan

“Saya lihat mereka punya potensi di fotografi dan sinematografi, tapi selama ini belum terpenuhi fasilitas yang layak,” kata Aril.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Erlangga Art Awards 2022filmITSkuliner khas BlitarLegenda Kuliner PatriaMasy’ Aril Aulia Firman Andriantosinematografi

Editor

Next Post
Labi-labi moncong babi dilepasliarkan di Timika, Papua. Foto menlhk.go.id.

Ratusan Labi-labi Moncong Babi Dipulangkan dari Sumbar ke Papua Akibat Perdagangan Liar

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media