Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menggali Cerita Rakyat di Wilayah IKN untuk Jaga Kontinuitas Budaya Asal

Cerita rakyat di wilayah IKN akan menjadi pijakan dasar, pondasi, serta identitas kebangsaan dalam kearifan lokal yang tertuang dalam cerita rakyat di wilayah tersebut.

Rabu, 11 September 2024
A A
Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepala Pusat Riset Bahasa Sastra dan Komunitas Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ade Mulyanah menyampaikan, cerita rakyat punya peranan penting untuk menggali berbagai potensi keidentitasan melalui pesan moral atau melihat nilai budayanya. Folklore atau cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun yang merupakan warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) pun menjadi daya tarik bagi banyak orang.

“Melalui penggunaan motif budaya akan menjadi jembatan penting antara masa lalu dan masa kini. Itu untuk menjaga kontinyuitas budaya dalam wilayah IKN sebagai ibukota negara saat ini,” ucap Ade dalam webinar bertema “Identitas Keindonesiaan dalam Cerita Rakyat di Wilayah IKN”, Senin, 9 September 2024.

Ade berharap diskusi itu bisa menggali identitas kebudayaan masyarakat di IKN. Alasan dia, cerita rakyat tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga cerminan nilai, keyakinan, serta pengetahuan yang diturunkan oleh generasi ke generasi. Terlebih, IKN ke depan diklaim akan menjadi kota pintar dunia sebagai ibu kota negara.

Baca Juga: Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Yang terpenting bagi Ade, cerita rakyat di wilayah IKN akan menjadi pijakan dasar, pondasi, serta identitas kebangsaan dalam kearifan lokal yang tertuang dalam cerita rakyat di wilayah tersebut. Ini bisa menjadi sebuah memori kolektif baru karena banyak hal yang digali dari kearifan lokal tersebut.

Dosen Universitas Mulawarman Samarinda, Syaiful Arifin menguraikan tentang kearifan lokal dalam cerita rakyat di wilayah IKN, yakni rakyat Kutai, Kalimantan Timur.  Ia mengatakan bahwa suku Kutai memiliki cerita rakyat yang masih ada sampai sekarang yaitu mite, legenda, dan dongeng. Mite merupakan cerita rakyat yang menggambarkan kepercayaan atau sesuatu yang diyakini masyarakat masa lalu. Yakni tentang terciptanya atau terwujudnya sesuatu di dunia ini. Contohnya cerita tentang Hantu Urang, Hantu Air, Hantu Belau, Ular Lembu, Lembusuana, dan lain-lain.

Saiful juga menceritakan legenda suku Kutai di antaranya legenda putri Junjung Buih/Putri Karang Melenu, asal mula Danau Lipan, Aji Bidara Putih ngan Jukut Baong, Sungai Masabang, Jukut Pesut, Kuburan Keramat Sungai Kerbau, Asal-usul Suku Balik, Aji Tatin, Nama Kota Balikpapan, dan lain-lain. Ada juga cerita dongeng suku Kutai, di antaranya cerita Pelandok ngan Berok Tunggal, Aji Jawa, dan lain-lain.

Baca Juga: Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Dari beberapa cerita rakyat di Kalimantan Timur tersebut, diungkapkan Saiful, dalam kaitannya dengan suku Kutai, memiliki muatan kearifan lokal yang berkaitan dengan organisasi sosial, politik, ekonomi, religi, dan penyebaran suatu wilayah.

Sementara itu, Peneliti PR BSK-BRIN, Riani menjelaskan tentang identitas keindonesiaan dalam cerita rakyat di wilayah IKN. Dia menjelaskan bahwa identitas keindonesiaan merupakan identitas kebangsaan sebagai manifestasi nilai-nilai budaya yang dihasilkan, dikembangkan, dipelihara, dan digunakan, dalam seluruh aspek kehidupan suatu bangsa yang membedakannya dengan bangsa lain.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINcerita rakyatfolkkloreIKNKutai Kertanegarawarisan budaya tak benda

Editor

Next Post
Summer course di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto Dok. IPB Universitas

Menikmati Eksplorasi Keanekaragaman Biota Laut Pulau Hoga Malam Hari

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media