Sabtu, 10 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Penambangan timah dan pengembangan geowisata dapat dilakukan secara beriringan. Asalkan berizin dan menerapkan kaidah penambangan yang baik.

Selasa, 10 September 2024
A A
Pantai Ranjung Kelayang di Belitung.Foto Dok. Kemenparekraf.

Pantai Ranjung Kelayang di Belitung.Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kepulauan Bangka Belitung memiliki beragam batuan yang berpadu dengan keindahan pantai. Berbagai batuan, seperti bebatuan di Pantai Tikus Emas, batu satam di Pulau Belitung, batu belimbing di Toboali, dan sejumlah destinasi wisata lainnya memiliki informasi geologi yang perlu disampaikan kepada masyarakat maupun wisatawan sebagai nilai tambah.

Tak heran, Bangka Belitung kaya akan potensi geowisata, yakni jenis pariwisata yang memanfaatkan aspek geologi seperti batuan, fosil, bentang alam, dan aspek geologi lainnya. Di sisi lain, geowisata juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan negara selain dari pertambangan.

Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) melaksanakan Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Inovasi (P2MI) di Kepulauan Bangka Belitung untuk menggeliatkan potensi geowisata di sana. Kegiatan diawali dengan Focus Grup Discussion (FGD) bertajuk “Menggali Potensi Geowisata Kepulauan Bangka Belitung” yang digelar di Graha PT Timah, Kamis, 5 September 2024.

Baca Juga: Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Kepala Program Studi Program Master dan Doktor Teknik Geologi ITB Mirzam Abdurrachman mengatakan, sebanyak 23 dosen ITB dari berbagai kelompok keilmuan melakukan penelitian ke geosite dan berdiskusi dengan mahasiswa dan pelajar selama empat hari. Tujuannya untuk memberi informasi lebih pada sektor geowisata di Pulau Bangka agar daya tarik geowisata semakin meningkat.

“Diharapkan kehadiran para dosen tersebut dapat melengkapi dan menceritakan kembali serta menyampaikan informasi geologi dalam bahasa sederhana. Informasi geologi sederhana akan menambah daya tarik, juga kepuasan kepada konsumen maupun pengunjung karena mendapatkan sesuatu yang lebih daripada wisata yang biasanya,” jelas Mirzam, Jumat, 6 Agustus 2024.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kepulauan Bangka Belitungpenambangan timahpotensi geowisataTeknik Geologi ITB

Editor

Next Post
Salah satu prosesi adat Erau di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Foto djkn.kemenkeu.go.id.

Menggali Cerita Rakyat di Wilayah IKN untuk Jaga Kontinuitas Budaya Asal

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media