Sabtu, 3 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Happy Ferdiansyah, Stop Pelihara Burung Liar!

Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan maraknya perburuan burung. Kondisi hutan yang menjadi lahan pertanian juga ancaman upaya pelestarian burung.

Selasa, 10 September 2024
A A
Dokter hewan Happy Ferdiansyah. Foto Dok. Pribadi.

Dokter hewan Happy Ferdiansyah. Foto Dok. Pribadi.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat ini, populasi burung di Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur terancam punah. Tercatat ada lebih dari 250 aneka burung yang hidup di Alas Purwo. Ada merak hijau, rangkong badak, elang-laut perut-putih, bangau tongtong, jalak putih, dan lain-lain. Pengamatan burung berfokus pada burung liar di alam bebas.

“Yang paling tinggi adalah ancaman perburuan. Biasanya, penyelamatan mamalia terlindungi dari perburuan hanya menemukan satu atau dua ekor. Sementara penyelamatan burung dari perburuan ilegal dapat mencapai minimal 100 ekor,” tutur dokter hewan Happy Ferdiansyah dalam kuliah tamu yang digelar Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran dan Ilmu Alam Banyuwangi (FIKKIA), Universitas Airlangga (Unair) bertema “Eksplorasi Keanekaragaman Burung di Alas Purwo: Upaya Konservasi dan Pendidikan)”, Sabtu, 7 September 2024.

Sementara, Happy menduga tak sedikit para pejabat atau influencer yang memelihara burung yang dilindungi. Apalagi pejabat maupun influecer adalah orang-orang berpengaruh, termasuk bisa memengaruhi kondisi pasar.

Baca Juga: Dataran Dieng Diusulkan Jadi Taman Bumi Nasional untuk Mempelajari Panas Bumi

“Jika para pengikut mereka terpengaruh untuk memelihara burung, maka permintaan pasar semakin tinggi. Permintaan pasar yang tinggi menyebabkan maraknya perburuan burung,” kata dia.

Selain itu, terdapat ancaman secara alamiah terhadap burung liar di Indonesia.

“Meskipun burung bisa terbang, tetapi secara ekologis maupun psikologis burung lebih berkonsentrasi di wilayah yang vegetasinya masih padat,” imbuh Happy.

Baca Juga: Penelitian BRIN, Vaksin Mpox Terbatas sehingga Pakai Vaksin Cacar karena Mirip

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Alas Purwoburung liarKabupaten Banyuwangilembaga konservasipelestarian burung

Editor

Next Post
Pantai Ranjung Kelayang di Belitung.Foto Dok. Kemenparekraf.

Kaya Ragam Bebatuan, Bangka Belitung Punya Potensi Geowisata

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media